Petisi
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Moch Machmud.
PARLEMEN

Machmud Jamin Rusun tak Akan Jadi Penampungan Pasien Corona

Janji Sampaikan ke Walikota Risma

SURABAYA, PETISI.CO – Adanya wacana rumah susun  sederhana sewa (Rusunawa) yang akan dijadikan tempat penampungan pasien Corona, langsung ditolak oleh Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Moch Machmud.

Arek Manukan Kulon yang kini duduk di Komisi A DPRD Kota Surabaya itu,  akan pasang badan jika wacana itu diterapkan.

“Saya akan sampaikan ke Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan saya termasuk yang menolak Rusun dibuat penampungan penderita Corona. Bagaimana pasien bisa naik ke lantai 5, wong di sana (Rusunawa,red) tidak ada lif-nya,” kata Machmud yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya beberapa periode lalu.

Menurut Machmud, Komisi A membidangi urusan rumah susun juga. Karena itulah, jika permasalahan tersebut dibahas, dia orang pertama yang  akan menolaknya.

“Masyarakat yang mau menempati rusun itu  juga bakal mikir-mikir untuk mau tinggal. Karena Corona itu penyakit menular,” katanya.

Selain itu, warga sekitar bakal cemas. Baru dengar kabar saja mereka  sudah gelisah. “Dan saya dengar-dengar virus itu bisa dibawa angin atau udara. Apa tidak ngeri,” katanya.

BACA JUGA : Warga PBI Tolak Wacana Rusunawa Dijadikan Alternatif Penampungan Sementara

Machmud menjamin, Pemkot tidak akan melakukan kebijakan itu.  Untuk itulah, kata Machmud, diharapkan masyarakat tenang.

“Jangan ada yang sampai demo kemana-mana,” pinta anggota dewan yang pernah menjadi wartawan itu.

Machmud juga meminta, kalau ada warga sekitar yang mau menemuinya untuk menyampaikan aspirasi, dia selalu siap. Akan tetapi, karena kondisinya saat ini lagi marak Corona, pihaknya meminta harus ada ijin dari kepolisian setempat.

“Kalau memang mau ketemu, saya siap ke lokasi ketemu warga. Asal ada ijin dari polisi. Karena saat ini khan tidak boleh berkerumun,” katanya.

Sebagian warga dan ketua-ketua RT serta ketua RW 3 dan 4 bersama ibu-bu saat bertandang ke rumah machmud.

Suasana wabah Corona,  dimana warga diminta untuk tinggal di rumah, jangan sampai keluar rumah karena demo.

“Hati-hati virusnya tidak kenal kasihan,” kata Machmud yang juga mantan ketua KOMISI B ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, adanya wacana Rusunawa dijadikan tempat penampungan sementara bagi pasien Corona, membuat resah masyarakat Perumahan Pondok Benowo Indah (PBI) Kelurahan Babat Jerawat Kecamatan Pakal.

Pasalnya, di Perumahan PBI kini sedang tahan akhir pembangunan Rusunawa. Warga takut, kalau sampai Rusunawa itu dijadikan tempat penampungan pasien Corona, bisa membawa dampak buruk bagi masyarakat sekitar.(kip)

terkait

Perkuat DPD, Ini Jurus Jitu La Nyalla

redaksi

Anggota DPRD DKI Jakarta Belajar Inovasi ke Pemkot Surabaya

redaksi

Pimpinan DPRD Bondowoso Dilantik Jumat

redaksi