Mahasiswa Bali Tolak Khilafah di Indonesia

oleh
I Nyoman Sugawa Korry berorasi di hadapan ribuan mahasiswa di halaman kantor DPRD Bali

DENPASAR, PETISI.CO – Sekitar 2000 mahasiswa dari berbagai kampus di Bali menggelar aksi damai di kantor gubernur Bali dan kantor DPRD Bali, Kamis (18/5/2017).

Mereka menyatakan sikap menolak gerakan intolerasi, melawan paham radikal dan menolak Kilafah di Indonesia.

Aksi yang digalang BEM Universitas Warmadewa (Unwar) ini melibatkan mahasiswa dari IKIP PGRI Bali, Stikes Bali dan Universitas Dhyana Pura. Sejumlah dosen Unwar juga mengambil bagian dalam aksi damai bertajuk deklarasi Cinta Pancasila dan NKRI ini.

Dalam aksinya, mereka membawa Baleganjur. Aksi tambah semarak dengan penampilan Marching Band Unwar yang menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Di DPRD Bali mereka diterima wakil ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, dan sejumlah anggota Dewan.

Berikut isi pernyataan sikap mahasiswa tersebut, yang dibacakan oleh Presiden BEM Kadek Dwi Ananta Suarma Putra, yakni mendukung tetap tegaknya empat konsensus nasional, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; Mendukung pemerintah membubarkan gerakan radikalisme dan menindak tegas pelakunya; Mendukung pemerintah membersihkan aparatur negara  dari pengaruh intoleransi dan radikalisme; Menolak kepemimpinan Khilafah di Indonesia; dan menuntut penegakan hukum terhadap anasir-anasir yang merongrong Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika untuk tetap tegaknya NKRI.

Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menyambut baik aksi mahasiswa ini. Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini pun ikut berorasi di mobil komando massa aksi.

Ia mengatakan, mahasiswa sebagai pemilik sah masa depan bangsa ini sudah tepat menyuarakan sikapnya untuk melawan berbagai upaya yang merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

DPRD Bali, kata dia, akan bahu membahu bersama mahasiswa untuk melawan gerakan itoleransi dan radikalisme di Indonesia.

“Bangsa ini dibangun dengan keringat dan darah perjuangan para pahlawan. Kita tidak boleh mundur untuk membela perjuangan founding father. Kami siap bersama kalian melawan siapapun yang mengancam Pancasila dan NKRI,” tegas Sugawa Korry.(kev)