Petisi
: Lenis (kiri), Khofifah dan Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan sebelum memberikan keterangan
BERITA UTAMA PERISTIWA

Mahasiswa Papua Diminta tak Takut Belajar di Surabaya

SURABAYA, PETISI.CO – Staf Khusus Presiden Pokja Papua, Lenis Kogoya menilai insiden yang terjadi 15 Agustus di Surabaya, sebagai musibah. Karena itu, insiden tersebut tidak perlu diperpanjang. Semua pihak harus saling memaafkan.

‘Musibah itu datang dari Tuhan Yang Maha Esa. Semua tidak tahu musibah itu datangnya kapan. Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya satu, mari saling memaafkan,’’ kata Staf Khusus Presiden Pokja Papua, Lenis Kogoya kepada wartawan usai pertemuan di Gedung Grahadi, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, kedatangannya ke Surabaya dalam rangka mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Ini musibah atau menghadapi tantangan antara saudara sendiri. Musibah ini tidak perlu terjadi, karena semua rakyat adalah saudara satu tanah air.

Karena itu, dia meminta mahasiswa Papua yang ada di Jatim agar melupakan insiden tersebut. Mahasiswa Papua di Surabaya, tak perlu takut belajar. Tugas mahasiswa di Surabaya dan Malang, serta di seluruh Indonesia adalah belajar. Tidak usah berpikir soal kejadian yang sudah lewat.

“Masalah ini ditutup saja. Semua persoalan biarlah diselesaikan oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Tugas mahasiswa Papua hanya untuk belajar. Setelah belajar segera balik ke Papua. Bangun Papua,” ucapnya.

Ditanya soal dugaan separatis Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Asrama Papua di Surabaya, Lenis dengan diplomatis menyebut, dirinya tidak bisa menjawabnya. “Sampai detik ini, belum ada laporan intelejen yang masuk kepada saya,” sergahnya.

Selain itu, tambah Lenis, semua mahasiswa yang diamankan saat kejadian dari Asrama Papua, semuanya sudah dilepaskan. ‘’Sekali lagi. Lupakan kejadian kemarin. Anggap itu semua musibah. Mari hadapi masa depan bangsa ini. Biar anak-anak Papua bisa lebih maju lagi,’’ tandasnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memiliki konsep dalam mengatasi persoalan yang sudah terjadi itu. Salah satunya, pengembangan sektor pendidikan dengan konsep sister city. Konsep ini sangat tepat digunakan untuk memperkuat tali persahabatan satu sama lain.

“Nanti bisa dilakukan pertukaran pegawai. PNS Papua bisa menjadi magang PNS di Jatim selama dua hingga tiga tahun. Ini pembagian peran strategis antara Jatim dengan Papua dan Papua Barat dengan konsep sister province,” papar mantan Menteri Sosial ini. (bm)

terkait

Ketua DPRD Bali Minta Masyarakat Bali Tak Ikut Demo 212 di Jakarta

redaksi

Penerjun Free Fal Brigif PR 18 Trisula Kostrad Mendarat di Mojopilang Mojokerto

redaksi

Panggung Prajurit Tandai Perpisahan Letkol Inf Muhammad Nas

redaksi