Mahkamah Agung Kirim Tiga Mobil Baru ke PN Surabaya

oleh
Ketiga mobil kiriman Mahkamah Agung RI sesaat sampai di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya

SURABAYA, PETISI.CO – Mahkamah Agung (MA) RI mengirimkan tiga mobil seri terbaru ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (3/5/2017).

Bahkan interior mobil berwarna hitam mengkilap ini terlihat masih terbungkus plastik.

Tiga mobil tersebut antara lain, dua Toyota Fortuner SRZ 2700 CC keluaran 2017 dan satu unit Innova G 2000 CC keluaran tahun sama.

Dengan dikirimnya mobil-mobil ini, krisis kendaraan dinas di PN Surabaya berakhir sudah.

Begitu datang, Ketua Pengadilan Surabaya, Sudjatmiko, dan beberapa pegawai serta hakim keluar untuk melihat langsung mobil baru itu. Semua tampak tersenyum.

“Ini pengadaan langsung dari MA, kami tinggal pakai saja. Rentcar yang beli baru, kemudian disewakan. Sistem pengadaan seperti itu, jadi plat hitam. Kalau ada kerusakan, pihak rentcar yang menanggung,” ujar Sudjatmiko sumringah.

Wajar jika Sudjatmiko sumringah. Maklum sejak sebulan lebih, lembaga hukum yang dipimpinnya itu “kehilangan” dua mobil yang biasa dipergunakan untuk operasional.

Pada 23 Maret lalu, secara mendadak Walikota Surabaya Tri Rismaharini menarik dua mobil tiga mobil yang dipinjampakaikan ke Pengadilan Surabaya.

Tiga mobil itu ialah Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi SPR L 1676 NP, Pajero Sport bernomor polisi L 1680 PP, dan Isuzu TBR54F bernomor polisi L 1842 NP. Dua unit mobil di antaranya ditarik setelah dua pekan sebelumnya diserahkan ke pengadilan. Penarikan dilakukan sehari setelah hakim menolak gugatan Pemkot Surabaya atas PT Gala Bumi Perkasa terkait pengelolaan Pasar Turi.

Selain itu, Risma juga menarik dua unit mobil, Toyota Camry dan Innova yang dipinjamkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya beberapa bulan setelah PTUN mengabulkan permohonan PT Jayanata yang memohon pencabutan SK Cagar Budaya bekas rumah radio Bung Tomo.

Kejadian ini sempat menjadi sorotan publik.Namun Sudjatmiko, enggan berkomentar kembali terkait pengadaan mobil baru ini apa berhubungan dengan peristiwa penarikan mobil Pemkot Surabaya.

“Enggak, enggak. Jangan pancing-pancing. Saya tidak mau komentar. Tidak ada hubungannya dengan itu,” elaknya.

Yang pasti, hakim kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu berharap tiga mobil baru ini bisa dipakasi maksimal untuk kegiatan operasional lembaganya.

“Ini bisa kita pakai untuk menunjang kinerja . Kami akan manfaatkan dengan baik, ” tandasnya. (kur)