Mak Nung Suku Tengger, Tinggal Sendirian di Ranu Regulo

oleh
Petisi.co foto bersama mak Nung di Ranu Regulo

Perempuan Tangguh yang Selalu Ceria

LUMAJANG, PETISI.CO – Ada yang menarik di kawasan Ranu Regulo, selain pemandangan alamnya, Ranu Regulo ini dijaga nenek yang usianya 100 tahun lebih.

Mbah Seni atau lebih dikenal dengan Mak Nung, asli warga Tengger yang kesehariannya berdiam di Ranu Regulo dan bermalam di pondok tanpa dinding yang berada dekat Ranu Regulo.

Meski demikian, Mak Nung tidak pernah meminta-minta kepada orang. Mak Nung bertahan hidup sendiri di kawasan Ranu Regulo, meski harus bertahan ekstremmnya cuaca dan suhu dingin.

Sosok Mak Nung sudah akrab di kalangan para pecinta alam. Sosoknya yang suka bergurau ditambah lagi sifatnya yang sangat ramah kepada semua, Mak Nung semakin disayangi para pecinta alam.

Hawa yang cukup dingin, Petisi.co mendekati dan mengajak ngobrol dengan Mak Nung seputar Ranu Regulo.

Dengan senyum, Mak Nung mengatakan, dirinya adalah warga asli suku Tengger, meski di Desa Ranu Pani mempunyai tempat tinggal dan jarang ditempati, dirinya lebih memilih tinggal dan tidur di gazebo (tempat duduk) meski tidak ada dinding dan hanya berselimut sarung serta alas tidur dari matras.

Dan gubuk yang ditempatinya lokasinya tidak jauh dari Ranu Regulo.

“Nyaman tidur di sini, daripada tidur di rumah,” kata Mak Nung Jumat (17/082018).

Terpisah, Dwiky (17) warga Lumajang pecinta alam yang ditemui Petisi.co mengatakan, dirinya sering bertemu dan ngobrol sama Mak Nung sebelum mendaki ke Gunung Semeru.

Ia sangat heran dengan kondisi fisik Mak Nung, meski sudah tua dan berumur 100 tahun lebih, langkah kaki Mak Nung jalan naik turun patut diacungi jempol.

“Salut mas, Mak Nung perempuan tangguh, meski kesehariannya hidup sendiri di area Ranu Regulo dan tidur tanpa ada dinding dan tempat tidur matras, namun kondisi kesehatannya luar biasa,” pungkasnya.(ulum)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.