Petisi
Pasangan AJIB
PARPOL

Mas Gagah Pamit, Pilkada Kab. Pasuruan Hanya Ada AJIB

PASURUAN, PETISI.CO – Pilkada Kabupaten Pasuruan yang akan dihelat pada bulan Juli mendatang, tampaknya sudah tak akan seramai pada Pilkada sebelumnya (2013).

Hal ini lantaran pemenang Pilkada Kab. Pasuruan kali ini sudah 90% bakal dimenangkan oleh Irsyad Yusuf (Incumbent Bupati Pasuruan), yang saat ini berpasangan dengan KH. Mujib Imron, pengasuh Ponpes Al Yasini.

Prediksi kuat bahwa pasangan Irsyad Yusuf dan Mujib Imron dengan akronim AJIB ini, setelah sang primadona yakni DPC Partai Gerindra  Kab. Pasuruan pimpinan HM. Sutrino memberikan rekom dukungan pada AJIB, Minggu (7/1/2017) bertempat di Kantor DPD Partai Gerindra Surabaya.

Seperti disampaikan Suryono Pane pegiat sosial dan seorang lawyer, mengatakan, “Pilkada kali ini telah diketahui siapa pemenangnya, jadi tidak akan seramai pada Pilkada 2013 lalu, atau bisa dikatakan Pilkada 2018 milik partai politik dan bukan pesta demokrasi rakyat Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Pada pelaksanaan Pilkada 2013 setidaknya ada empat pasangan calon yang bertarung untuk meraih simpati dan kepercayaan masyarakat. Akan tetapi berbanding 180 derajat pada saat ini, dimana tak ada pesaing bagi incumbent (Irsyad Yusuf) untuk berlaga di pentas demokrasi lima tahunan ini.

Riang Kulup Prayuda yang digadang-gadang bisa menjadi pesaing Irsyad Yusuf, sepertinya telah melemparkan bendera putih. Hal ini setelah salah satu partai pemilik kursi di DPRD Kab. Pasuruan menarik dukungannya. Otomatis Riang Kulup Prayuda yang diusung oleh partai Demokrat (6 kursi) tidak memenuhi kuota persyaratan pencalonan.

“Entah apakah ini merupakan kegagalan komunikasi politik yang dibangun Partai Demokrat dan Riang Kulup Prayuda atau ada faktor lain,” pungkas Abah Pane sapaan akrabnya.

Hal senada juga dikatakan oleh pengamat politik Pasuruan Iskandar Laka,  “Incumben menang mutlak dengan mendapat dukungan 37 kursi di DPRD Kab.Pasuruan,” tegasnya.

Lebih lanjut diterangkan oleh Dosen Ilmu Hukum ini, PKB sebagai partai pengusung pemilik 12 kursi telah berhasil membangun komunikasi politik dengan Gerindra 7 kursi, Nasdem 6, Golkar 5, PPP 3, PKS 3 dan Hanura 1 kursi, total telah mengantongi 37 kursi dukungan di parlemen atau 85% dukungan.

Padahal untuk bisa maju sebagai kandidat, wajib memiliki dukungan minimal 20% kursi di parlemen.

Kemenangan incumbent ini setelah “sang primadona” yakni partai Gerindra menyatakan dukungannya pada pasangan Irsyad Yusuf- Mujib Imron.

Sementara PDIP masih belum menentukan arah dukungannya, lain halnya dengan Demokrat yang sepertinya sudah angkat tangan untuk dapat berlaga dengan mengusung Riang Kulup Prayuda yang saat ini menjabat sebagai incumbent Wakil Bupati Pasuruan.

“Jikalau PDIP dan Demokrat berkoalisi dengan sisa 13 kursi (PDIP 7 dan Demokrat 6), hal tersebut tidak akan mampu untuk menyaingi keberadaan koalisi yang dibangun PKB bersama enam partai yang ada,” beber Iskandar Laka.

Sementara itu Incumbent Wakil Bupati Pasuran Riang Kulup Prayuda, yang mengetahui dinamika saat ini, telah mengirim pesan berantai yang isinya, “Assalamualaikum wr, wb – untuk semua saudaraku yg selama ini sudah satu hati dengan kami, usaha serta doa sudah kita lakukan dengan maksimal demi terwujudnya Pasuruan yang Sesungguhnya. Tapi Allah SWT berkehendak lain, salah satu dari partai yang rencana mengusung kami hari ini mencabut dukungannya, sehingga hal tsb membuat kami tak bisa berangkat sebagai calon pada pilkada mendatang, untuk itu kami sekeluarga mohon maaf kepada saudaraku semua. Semoga kita betul-betul mampu melihat semua ini sebagai keputusan yang terbaik dari Allah SWT , Amin YRA.Allahu Akbar 3x.”

Dengan adanya pesan yang dikirim oleh Mas Gagah sapaan akrab Riang Kulup Prayuda, dapat dipastikan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pasuruan 2018 akan menampilkan 1 pasangan calon, yakni Irsyad Yusuf dan Mujib Imron.(hen)

terkait

Tinggal 5 Provinsi Belum Gelar Konferda PDIP, Mana Saja?

redaksi

Kades Jombok: Jadikan Pemilukada yang Beradab dan Santun

redaksi

Ketua PPS Desa Pakuniran Meninggal saat Menjalankan Tugas

redaksi