Masyarakat Bondowoso Keluhkan Pengurusan SKS Dipungut Biaya

oleh

BONDOWOSO, PETISI.CO – Sejumlah masyarakat Bondowoso, Jawa Timur, keluhkan pembuatan Surat Keterangan Sehat (SKS), di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Bondowoso. Pasalnya, pembuatan SKS ditarik biaya. Hal ini, sempat diunggah di media sosial, yakni Suara Rakyat Bondowoso (SRB).

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, dr. Mohammad Imron, memberi konfirmasi melalui WhatsApp miliknya dengan pesan singkat. Menurutnya, untuk pembuatan SKS, sudah ada surat edaran dari Dinkes, jika masyarakat miskin tidak dikenakan tarif atau gratis.

“Kalau mengurus SKS ke Puskesmas setempat, harus membawa, KIS, BPJS, JKN, dan jika tidak mempunyai KIS, BPJS, JKN boleh memakai foto copy KTP maka itu gratis,” pesannya, Senin (27/8/2018) malam hari.

Surat, imbuh dia, keterangan sehat mempunyai tarif yang berbeda, tergantung untuk keperluan apa surat keterangan sehat tersebut dan itu harus sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda).

“Kalau tarifnya melebihi dari yang tertera di Perda itu tidak boleh,” imbuhnya.

Diketahui saja, terkait penarikan biaya untuk surat keterangan sehat yang dilakukan pihak Puskesmas di wilayah Bondowoso, diantaranya, Puskesmas Pujer Rp 15.000, Puskemas Tenggarang Rp. 5000, Puskesmas Sekarputih Rp.5000, Puskesmas Tlogosari Rp. 20.000, Puskesmas Nangkaan Rp. 25.000.

Menurut narasumber di Medsos tersebut, menyebutkan, bahwa dia minta surat keterangan sehat di Puskesmas Pujer, dikenakan tarif sebesar Rp. 15.000. Ia merasa heran terhadap pihak Puskesmas Pujer, karena dia juga mengurus surat yang sama buat istrinya di Puskesmas Kota Kulon, tanpa dipungut biaya apapun alias gratis.

“Saya mengurus surat keterangan sehat, di Puskesmas Kota Kulon gratis,” tandasnya.

Tak hanya di Puskesmas Kota Kulon saja yang gratis, salah satu masyarakat menuturkan, pembuatan surat keterangan sehat di Puskesmas Binakal juga gratis tidak dipungut biaya apapun. (latif)