Meminimalisir Banjir, Dilakukan Normalisasi Sungai di Lingkungan Kramat Kertosari

oleh -42 Dilihat
oleh
Ketua Umum Sociality Independence Yasra Siar Dinamika Indonesia, Ahmad Nehro Jaeni, SP (kiri) didampingi Irwan, di lokasi wilayah aliran sungai Lingkungan Kramat
Sebagai Amanat Undang-Undang

BANYUWANGI, PETISI.CO – Usulan normalisasi sepanjang aliran sungai yang sudah bertahun – tahun lamanya hingga menimbulkan banjir berdampak pada seluruh lapisan masyarakat Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, akhirnya tuntas. Karena saat ini sudah terealisasi dan mulai proses pengerjaan, Jumat (20/9/2019).

Ketua Umum Sociality Independence Yasra Siar Dinamika Indonesia, Ahmad Nehro Jaeni, SP, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa normalisasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Karena, wilayah ini setiap tahun disaat musim penghujan menjadi langganan banjir, karena berdekatan dengan sepanjang aliran sungai.

Dalam hal ini mempunyai  fungsi primer adalah untuk membangun sumber daya air agar bisa lancar, tidak terhalang dan juga ada konservasi tanaman yang berada di sepanjang badan aliran sungai, menyesuaikan dengan luasan ukuran sungai tersebut.

Menurutnya, yang menjadi dasar hukumnya sebagaimana diatur dalam Undang – Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, yang dikembalikan ke Undang – Undang No. 11 tahun 1974  tentang Pengairan dan diperkuat dengan Permen PU No. 28 tahun 2015 tentang Batas Garis Sempadan Sungai, Danau dan Laut.

Mengenai kegiatan normalisasi sungai yang direalisasikan di wilayah Kelurahan Kertosari, lingkungan Kramat ini, merupakan permintaan dari seluruh warga setempat, yang mana sudah bertahun – tahun sangat berdampak banjir, sehingga perlu dilakukan upaya mengatasinya.

“Harapannya, disaat musim penghujan tidak lagi terjadi banjir. Karena aliran sungainya mengalami penyempitan dan disepanjang aliran bahu sungai ditumbuhi mangrove, sehingga diperlukan pembersihan untuk dipindahkan ke pinggir perairan laut untuk meminimalisir adanya abrasi. Pemindahan mangrove ini mempunyai tujuan agar melancarkan aliran yang ada disepanjang sungai biar tidak tersumbat,” ungkapnya.

Rencana kedepan, sebagaimana himbauan dari Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan yang ada di daerah, nantinya digaris sempadan sungai atau berada di bahu sepanjang aliran sungai tersebut bisa ditanami sejumlah tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sejumlah tanaman yang multi fungsi tersebut diantaranya, ditanami nangka dan sejumlah jenis buah – buahan lainnya. Disisi lain, tanaman tersebut bisa berfungsi sebagai penahan dan penyerap sumberdaya air dan pemasok oksigen. Pada fungsi sosial yang terpenting bisa bernilai positif bagi seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.(tyo)