PETISI.CO
Sosialisasi pengawasan partisipatif menangkal ujaran kebencian dan black campaign.
PILKADA

Menangkal Ujaran Kebencian dan Black Campaign, Bawaslu Sidoarjo Gelar Sosialisasi

SIDOARJO, PETISI.COBadan Pengawas Pemilu (bawaslu) Kabupaten Sidoarjo menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif menangkal ujaran kebencian dan black campaign, di Halogen Hotel, Jumat (27/11/2020) siang.

Kegiatan Sosialisasi pada pemilihan Bupati dan wakil Bupati Sidoarjo tahun 2020 melibatkan peserta dari kalangan tokoh agama, ormas, wartawan dan organisasi kemahasiswaan. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid, Drs. Mohammad Rasul, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, anggota Polresta Sidoarjo, IPDA Bambang Edy S dan dari Kejaksaan Sidoarjo, Moch Ridwan Dermawan.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Sidoarjo akan melakukan pengawasan pada berita-berita hoax di media sosial terkait kampanye hitam atau black campaign dan ujaran kebencian.

“Hal ini guna untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat Sidoarjo, agar tidak mudah percaya dengan berita hoax yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan lawan politik,” ungkap IPDA Bambang Edy S.

Dalam pelaksanaan kampanye sering terjadi adanya black campaign. “Dan agar tidak terjadi kampanye hitam, maka masyarakat perlu diberikan sosialisasi terkait berita-berita yang mengandung unsur ujaran kebencian,” ujar Drs. Mohammad Rasul.

Di tempat yang sama Ketua Bawaslu Sidoarjo, Haidar Munjid juga menguraikan langkah itu diambil mengingat sempat terjadi dugaan kasus yang berbaur suku agama, ras dan antar golongan (SARA). Ada dua kasus sampai saat ini sementara di Kecamatan Krian dan Kecamatan Tanggulangin.

“Dua dugaan kasus tersebut sampai saat ini tidak memenuhi dalam unsur pidana pemilu. Karena yang bersangkutan tidak terdaftar dalam tim pemenang paslon itu juga kegiatan rutin salah satu ormas. Begitu juga kasus yang ada di Krian bahwa syarat formil dan materiil kasus juga tidak terpenuhi sehingga kasus itu juga telah tuntas,” ujar Haidar.

Mensosialisasikan tentang kampanye hitam maupun ujaran kebencian ke sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari ormas, praktisi pendidikan, hingga partai politik maupun perwakilan paslon. Tujuannya agar mereka juga ikut mengawasi jalannya kampanye di sisa waktu masa kampanye.

“Kita berharap di Kab Sidoarjo tidak terjadi seperti itu lagi. Semua pihak yang terlibat taat aturan dan tidak adanya pelanggaran,” tandas Haidar. (try)

terkait

Pengamat Politik Nilai Kedua Paslon di Pilkada Surabaya Punya Kekuatan Berimbang

redaksi

Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 di Dharmasraya 78,13 %

redaksi

Miliki 6000 Jemaat Relawan Bhineka Rapatkan Barisan Menangkan KarSa

redaksi