Mengintip Kehidupan Malam di Pinggiran Kasang Bukit Batabuh

oleh
Suasana hiburan malam di pinggin jalan Desa Kasang Bukit Batabuh Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Singingi Provinsi Riau

KUANTAN SINGINGI RIAU, PETISI.CO – Malam Minggu hari yang  panjang, malam yang asyik untuk kluyuran.

Sabtu malam Minggu (29/4/2017) petisi.co, mencoba kluyuran di Desa Kasang Bukit Batabuh Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Singingi  Provinsi Riau.

Masuk daerah ini, sudah terasa aromanya  selepas Rembang petang, banyak puluhan perempuan setengah baya duduk berjajar di depan puluhan teras rumah sepanjang 5 kilo meteran di pinggir Jalan Lintas Tengah Sumatera.

Diiringi lagu dangdut hingar bingar diantara lampu-lampu kerlip temaram, sambil bersenda gurau, tertawa cekikian dengan aroma parfum menyengat , memancing pengguna jalan untuk singgah mencari hiburan sahwat.

“Daerah ini adalah tempat mencari hiburan sopir-sopir truk. Tak jarang juga mobil mini bus dan motor  singgah di warung-warung yang di dalam juga tempat hiburan  karaoke, dengan pemandu lagu cewek-cewek yang bisa diajak hang out (kencan),” ujar Ant (48) warga Ambacang Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Singingi Provinsi Riau.

Bang Anto, orang memanggil pejual kedai kopi di lokasi ini  menceritakan,  sepuluh hari lalu di daerah ini diadakan razia oleh Polsek Kuantan Mudik.

Semua  ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan  dan  kemungkinan masuknya narkoba. Selain itu juga mendekati bulan puasa.

Sementara, Isn  (37) nama samaran,  warga Lubuk Jambi  menyampaikan, kalau hujan begini, kafe jadi sepi, orang pada malas keluar untuk cari hiburan.

“Setelah warung dibuka jam 3, hanya ada 4 orang tamu  dan itupun hanya minum, apa karena tanggal tua ini pengunjung kafe  tidak mencari hiburan, padahal sekarang malam minggu,” ujarnya.

FTY (32), janda dua kali nikah yang bekerja di kafe Isn warga dekat bandara Padang  menceritakan, dia  bekerja sudah dua bulan setelah bercerai. “Saya yang orang Tanjung gadang mungkin gak jodoh ya, karena saya ada anak dan tidak ada yang mencarikan makan, jadi saya harus bekerja seperti ini untuk sementara,” ujarnya.

Setelah itu, katanya, dia  ingin menikah lagi bekerja dengan keluarga seperti orang kebanyakan dan mininggalkan pekerjaan hitam  tersebut.

Di sisi lain, pemukiman tidak terdaftar yang menempati kiri kanan jalan di wilayah pemangku hutan Bukit Batabuh Riau  ini jadi ramai,  karena pengguna jalan melintas setiap saat, termasuk tengah malam.

Tetapi, dampak negatifnya, dari pantauan  petisi.co semua warga  pendatang yang menempati areal ini tidak terdaftar satupun dalam  catatan kependudukan.  Jadi kalau ada sesuatu yang tak diinginkan, sulit untuk mengungkapnya. Jadi untuk lebih tertib belajar nilai positif  kependudukan jakarta, seharusnya  pemerintah  kecamatan dan desa yang mempunyai  wilayah ini mendata kependudukan dan berikan  ijin tinggal sementara.

Karena baik atau buruk data ini juga dibutuhkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,  bisa dijadikan petunjuk informasi selanjutnya.(gus)