Menko Perekonomian Akui Jatim Layak Jadi Percontohan

oleh
Menko Perekonomian dan Gubernur Jatim saat jumpa pers.

SURABAYA, PETISI.CODr. H. Soekarwo, Gubernur Jatim, mendampingi Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, di hari ketiga kunjungan kerjanya ke Jawa Timur. Setelah tadi pagi meninjau sistem irigasi pertanian di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, serta Desa Kweden Anyar, Kabupaten Mojokerto, siangnya ia bersama Menteri Perekonomian mengadakan jumpa pers di Hotel JW Marriot Surabaya, Sabtu (7/1/2016).

Dalam jumpa pers itu, Darmin Nasution mengakui Jawa Timur sebagai provinsi yang selalu menarik untuk diikuti. Menurutnya, Jatim punya banyak potensi yang bisa dikembangkan serta berbagai inovasi yang menjadi contoh provinsi lain.

“Jatim selalu menarik untuk kita ikuti karena banyak hal yang bisa berkembang disini. Selama tiga hari kunjungan kerja ini, ada banyak hal yang bisa kami jadikan masukan bagi Pemerintah Pusat dalam mengeluarkan kebijakan. Semua ini akan kami sempurnakan untuk mengambil inisiatif baru. Ya tentunya kebijakan yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat, serta menjamin ketersediaan pangan,” kata Darmin.

Terkait dengan upaya menjamin ketersediaan pangan, Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, saat mengikuti orasi ilmiah di Universitas Brawijaya kamis (5/1) lalu menuturkan bahwa prioritas utama pembangunan pertanian di Jatim adalah memperbaiki infrastruktur pendukung yang sudah ada, bukan membangun yang baru, salah satunya adalah memperbaiki infrastruktur irigasi.

Irigasi yang baik, menurutnya, akan meningkatkan hasil pertanian dan meningkatkan indeks pertanaman di Jatim. “Manajemen pengairan dalam pertanian ini sangat penting. Misalkan Sungai Bengawan Solo dibenahi, tentunya wilayah-wilayah di sekitarnya yang mengalami masalah kekeringan seperti Madiun, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Bojonegoro, Lamongan hingga Gresik akan terkena dampaknya dan hasil pertanian akan meningkat” katanya.

Selama tiga hari, 5-7 Januari 2017, Menko Perekonomian dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jatim. Dalam kunjungannya, Menteri Perekonomian didampingi Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rudiantara ,Menteri Komunikasi dan Informatika, serta Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan.

Sebelumnya, pada Hari pertama, Darmin dan rombongan mengunjungi Perusahaan Industri Pertahanan dan Keamanan Indonesia (Industri Senjata) PT Dahana yang bekerjasama dengan PT Sari Bahari di Malang, Jatim. Perusahaan ini mampu memproduksi roket-roket dan senjata yang tak kalah kualitasnya dari negara lain. Selajutnya, ketiga menteri kabinet kerja tersebut melakukan Orasi ilmiah di Universitas Brawijaya Malang, serta peninjauan Situation Room Pengendalian Daerah Aliran Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I. Setelah itu, rombongan melakukan launching agrosegar.com, aplikasi e-commerce untuk produk UMKM di Pemkot Batu.

Di Hari Kedua, Rombongan Menko Perekonomian mengunjungi mata air di Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu, Koperasi Sinau Andhandani Ekonomi (SAE) di Pujon, Kabupaten Malang, serta Pabrik Pengolahan Susu PT. Greenfields Malang. (hms)