Menteri Janji Proyek Waduk Bendo Selesai 2019

oleh
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meninjau lokasi mega Proyek Bendo Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo

PONOROGO, PETISI.CO –  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono tiba di lokasi mega Proyek Bendo Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Menteri ingin menyaksikan langsung pekerjaan waduk bendo yang senilai Rp 678 miliar dari APBN itu, Jumat  (30/3/2018) sekira pukul 08.20 WIB.

Berdasarkan keterangan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di area lokasi Proyek Waduk Bendo yang penandatanganan kontrak sejak tahun 2013. Baru bisa dimulai pekerjaannya pada tahun 2014 yang dilakukan oleh SNVT PJSA Bengawan Solo dengan kontraktor pelaksana adalah PT Wijaya Karya Tbk (Wika), PT  Hutama Karya (HK), PT Nindya Karya KSO (NK), ditargetkan tahun 2019 tuntas pekerjaannya.

“Sebenarnya waduk Bendo ini kontraknya pada tahun 2013, dan seharusnya kalau bisa dikerjakan sejak tahun 2014 sekarang sudah bisa selesai. Namun ini bisa dikerjakan baru tahun 2015 itupun tertatih – tatih karena ada permasalahan tanah. Tapi sekarang Alhamdulillah permasalahan itu sudah bisa diselesaikan oleh Pemkab Ponorogo, dan target di tahun 2019 pekerjaan ini terselesaikan,” terang Pak Menteri kepada wartawan.

Masih menurut Basuki, Waduk Bendo  direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas ribuan hektar. Air irigasi dari waduk akan meningkatkan intensitas tanam dan akan meningkatkan hasil panen petani. Selain itu waduk ini juga didesain sebagai pengendali banjir, konservasi, serta sumber air baku. Dengan daya tampung waduk Bendo sebesar puluhan juta meter kubik.

“Waduk Bendo ini jauh lebih besar daya tampungnya dibanding dengan proyek bendungan seperti bendungan Raknamo di NTT yang baru diresmikan itu daya tampung dengan kapasitas 14 juta meter kubik. Bendungan Pidekso di Wonogiri hanya berkapasitas 25 juta meter kubik, Waduk Thukul di Pacitan kapasitasnya hanya 9 juta meter kubik sedangkan sini (Waduk Bendo) kapasitasnya 40 juta meter kubik,” tandas Basuki.

Ia juga menjlentrehkan kepada wartawan bahwa fungsi di atas tadi terkait dibangunnya Waduk Bendo di Desa Ngindeng tersebut.

“Waduk ini nanti untuk mensupply irigasi seluas 7800 hektar area pertanian di Ponorogo dan Madiun dan juga untuk perlindungan banjir mampu menampung 10 juta meter kubik air bisa ditampung di sini sehingga sungai keyang yang merupakan anakan dari Bengawan Madiun. Bengawan Madiun anakan dari Bengawan solo bisa ditampung dan ditahan di sini debet banjir,” imbuh Menteri PUPR.

Waduk Bendo juga di desain sebagai konservasi air baku atau air minum yang berkapasitas 760 liter kubik perdetik dan juga sebagai pembangkit listrik untuk mencukupi kebutuhan listrik wilayah Ponorogo dan sekitarnya 4 sampai 5 Megawatt kapasitasnya,” pungkas Basuki Hadimuljono. (mal)