MoU dengan Pemprov Jatim, Kang Emil Berharap Bisa Tingkatkan Volume Kerjasama antar Provinsi

oleh -429 Dilihat
oleh
Gubernur Ridwan Kamil dan gubernur Khofifah saat diwawancarai wartawan di Grahadi.

SURABAYA, PETISI.CO – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berharap bisa meningkatkan volume kerjasama dan perdagangan antar Provinsi. Selama ini, kerjasama seringkali pada tingkat Bisnis to Bisnis, dan sekarang ditingkatkan pada level government to government.

Harapan tersebut, disampaikan Ridwan Kamil kepada wartawan usai penandatanganan kesepakatan (MoU) bersama dengan Pemprov Jawa Timur (Jatim) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (20/1/2022).

Pemprov Jatim dan Pemprov Jabar menjalin kerjasama Pengembangan Potensi Daerah dan Peningkatan Pelayanan Publik. Kerjasama tersebut, diformalitaskan melalui penandatanganan kesepakatan bersama, yang dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan kerjasama dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan masing-masing Provinsi.

“Setelah persiapan sekian lama, hari ini kita tandatangani, dengan berbagai program kongkrit tentunya. Ke depan, kerjasama akan terus dilakukan dengan provinsi lain,” tambah Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Saat ini, jumlah penduduk Jabar, mencapai 50 juta jiwa. Menurut Kang Emil, swasembada pangan menjadi sebuah catatan selama Covid-19 yang harus dijaga kedaulatannya. Salah satu yang jadi masalah adalah, Jabar masih impor sapi.

“Sehingga kami ingin belajar dari Jatim, Balai Besar Inseminasi Buatan ada di Singosari, yang tentunya bisa menjadi tempat kami belajar,” jelasnya.

Harapan serupa disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Kerjasama Jatim dan Jabar ini bisa bersama-sama menjadi bagian dari penopang swasembada daging. Melalui Balai Besar Inseminasi Buatan, menjadi potensi luar biasa.

“Bagaimana meningkatkan produktifitas apa yang bisa disupport oleh Balai Besar Inseminasi Buatan. Tidak sekedar kita melakukan budidaya sapinya, tapi juga RPH (Rumah Potong Hewan) halalnya,” katanya.

Selama ini, Indonesia mengimpor daging sapi dari Timur Tengah. Sebagian besar dari Malaysia, dan Brunai, serta Brazil, Australia dan Newzeland. Namun dipastikan sudah terjamin kehalalan RPH-nya, serta higenis dan modern.

“Kita rasanya punya kemampuan untuk itu. Jadi, kali ini di ditopang Jatim dan Jabar. Sama-sama kita bergerak. Rasanya tidak sekedar kita swasembada daging, tapi kita juga menyiapkan RPH halal,” tambahnya.

Khofifah juga menyinggung potensi industri kreatif dari kedua Provinsi, yakni fashion. Dimana, masing-masing Provinsi memiliki desainer yang mumpuni, serta karya karya fashion yang patut diperhitungkan. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.