MWC NU Cerme Terima Bantuan Mobil Ambulan, Bupati Bondowoso: Ini Bentuk Kepedulian Pemkab

oleh -332 Dilihat
oleh
Bupati Bondowoso saat menyerahkan mobil ambulan kepada MWC NU Cerme

Bondowoso, petisi.co – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyerahkan satu unit mobil ambulans kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Cermee dalam sebuah seremoni resmi yang berlangsung di Kantor MWC NU Cermee, Senin 28 Juli 2025.

‎Penyerahan dilserahkan langsung oleh Bupati Bondowoso, H. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., didampingi Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, S.E. Hadir pula Ketua DPRD Bondowoso, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimcam Cermee, serta Ketua dan jajaran pengurus MWC NU Cermee.

‎Hibah ambulans itu  merupakan bagian dari program dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terhadap layanan kesehatan masyarakat, khususnya yang dikelola oleh organisasi kemasyarakatan seperti NU. Ambulans tersebut akan digunakan oleh Klinik Pratama MWC NU Cermee untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan.

‎Bupati Bondowoso menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penyerahan hibah tersebut. Menurutnya, langkah ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi dengan organisasi keagamaan untuk pelayanan sosial.

‎”Semoga ambulans ini menjadi kendaraan kebaikan yang senantiasa memberi manfaat, menyelamatkan nyawa, dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat. Aamiin,” ucap Bupati dalam sambutannya.

‎Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap hibah ini dapat memperkuat peran NU dalam bidang kesehatan, serta menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik.

‎“Pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat adalah bagian penting dari tugas pemerintah. Namun kami menyadari, tanggung jawab ini tidak bisa dijalankan sendirian. Kita butuh mitra. Kita butuh gotong royong,” tambahnya.

‎‎Lebih lanjut, Bupati Hamid Wahid menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan terus menjalin kemitraan strategis dengan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan dalam rangka memperkuat solidaritas sosial dan memperluas akses pelayanan publik.

‎“Pembangunan bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun nilai, memperkuat solidaritas sosial, dan memperluas akses pelayanan yang adil dan merata,” pungkasnya. (eko/adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.