New Normal di Ponpes, Pemkab Pasuruan Bersama Forpimda, PCNU & Pimpinan Ponpes Rumuskan SOP

oleh -86 Dilihat
oleh
Pemkab Pasuruan bersama Forpimda, PCNU, serta pimpinan Ponpes menetapkan SOP bagi santri baru maupun lama
-->

PASURUAN, PETISI.CO – Mempersiapkan kenormalan baru (new normal) di lingkungan pondok pesantren (Ponpes), Pemkab Pasuruan bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU), serta pimpinan Ponpes menetapkan Standart Operasional Prosedur (SOP) bagi santri baru maupun lama.

Aturan ini wajib dipatuhi santri yang akan kembali mondok di Ponpes se-Kabupaten Pasuruan, orang tua santri maupun pengurus Ponpes.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengatakan, ada beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh calon santri maupun santri lama yang akan berangkat maupun pada saat tiba di ponpes.

Sebelum berangkat, para santri maupun calon santri harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Isolasi ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, yakni tidak keluar rumah. Apabila terpaksa keluar rumah karena ada kebutuhan darurat, maka wajib memakai masker, menghindari kerumunan dan tidak bersalaman dengan orang lain.

“Harus dicatat bahwa isolasi mandiri itu penting. Tidak keluar rumah kecuali kebutuhan darurat. Kalau terpaksa, harus pakai masker, tidak berkerumun dan bersalaman dengan orang lain,” kata Irsyad saat memimpin Rakor di Gedung Serbaguna Pemkab Pasuruan.

Begitu tiba di Pondok Pesantren, setiap santri wajib melakukan isolasi mandiri di ponpes. Selain itu menerapkan protokol kesehatan (cuci tangan, pemakaian masker, menjaga jarak, tidak boleh bersalaman dengan pengasuh, dll). Juga harus tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menjaga imunitas tubuh.

Sementara, bagi setiap orang tua santri, diwajibkan untuk mengawasi dan membantu para anaknya selama isolasi di rumah. Selain itu, setiap orang tua juga wajib melengkapi bekal anak yang cukup untuk 1 bulan di pondok, yang meliputi masker sajadah tipis, alas tidur, perlengkapan makan dan minum (2 piring, 2 gelas, 2 sendok) yang telah ditandai agar tidak bergantian dengan orang lain dan supaya steril.

Mengantar anak dengan mobil atau sepeda motor pribadi (tidak menggunakan kendaraan umum) dan harus menerapkan protokol kesehatan; Memberikan Keterangan yang Jujur Penuh Tanggung jawab Kepada Pengurus Penerima Santri atas Kesehatan Anak dan Keluarga; dan tidak masuk ke asrama Ponpes, saat tiba di ponpes tersebut.

Sementara itu, SOP juga harus dikuasai betul oleh pihak pengurus Ponpes. Total ada 7 poin penting yang harus dilakukan oleh setiap pengurus ponpes, begitu santri tiba.

Diantaranya, Pertama, segera menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menyambut kehadiran santri khususnya sarana prasarana dan Protokol Kesehatan; Kedua, segera Sosialisasi Kepada Santri dan Walinya untuk melakukan kewajiban Santri. Ketiga, mengatur Tahapan Santri yang kembali sesuai Ketersediaan Ruang Karantina selama 14 Hari.

Keempat, menyiapkan tenaga Putra dan Putri untuk dilatih sebagai Kader Kesehatan Pondok Pesantren oleh Dinas Kesehatan; Kelima, melakukan Koordinasi dengan Puskesmas, Forkopimka dan Kepala Desa setempat untuk Penyambutan Santri; Keenam, secara Rutin melakukan Penyemprotan Disinfektan dan Mengawal Penerapan Physical Distancing dan Protokol Kesehatan ; Terakhir, memfasilitasi Santri atas kebutuhan PHBS untuk menjaga Imunitas Santri.

Ditegaskan Irsyad, Pemkab Pasuruan telah menyiapkan beberapa Langkah penting untuk para santri dan ponpes yang akan menerima para santri. Diantaranya membantu peralatan dan bahan yang diperlukan dalam Penerimaan Santri untuk melaksanakan Protokol Kesehatan.

Tak hanya itu saja, Pemkab Pasuruan melalui Puskesmas akan melakukan pemeriksaan terhadap santri yang datang dan Rapid Test terhadap mereka yang ada gejala. Dinas Kesehatan yang akan melatih Tenaga Pesantren menjadi Kader Kesehatan serta penyuluhan.

“Polri dan TNI juga sangat siap untuk membantu kelancaran, ketertiban dan keamanan saat kembalinya santri, serta mendisplinkan warga dalam menerapkan Protokol Kesehatan. Agar kita semua terhindar dari Virus Corona. Amin Allahumma Amin,” harapnya.(adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.