PETISI.CO
Gus Amak menyampaikan tausyiah.
PERISTIWA

Ngopi Ngaji Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PC Ansor Lamongan

LAMONGAN, PETISI.CO – Masih dalam rangka harlah NU, Majelis Dzikir dan Sholawat PC Ansor Lamongan mengadakan Ngopi Ngaji bareng seluruh anggota MDS dan Ansor Banser Lamongan. Dalam Kegiatan tersebut hadir ketua Pengurus Wilayah MDS RA yang juga Ketua PCNU Kota Pasuruan, H. M Nailur Rahman.

Didampingi Gus Anjab sekretaris PW MDS RA, Muh. Masyhur, Ketua PC Ansor Lamongan, Ketua MDS RA Lamongan Gus Irul, H. Supandi Ketua PCNU Lamongan dan Kompol Budi Santoso Kapolsek Kota Lamongan, Gus Amak panggilan akrabnya menyampaikan beberapa poin model dakwah aswaja yang rahmatan lil allamin.

Dalam kesempatan Ngopi Ngaji, Kamis malam (13/02) di aula PC Ansor Lamongan, Gus Amak menuturkan bahwa kita harus tetap mempertahankan model dakwah dari para wali dan pendiri NU. Dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan budaya nasantara yang berdiri seiring dengan syariat Islam.

Kompol Budi Santoso saat memberikan sambutan.

Cari momentum yang pas dan kata-kata yang cocok untuk memberikan dakwah kepada para sahabat dan yang belum sahabat, serta jangan terlalu fanatik, dan dahulukan ukhuwah.

Tak lupa juga saling menyayangi, saling melindungi dan menjaga perasaan satu sama lain, serta santun kepada mereka yang berbeda. Karena tradisi kita yang perlu dipertahankan saat ini adalah kemesraan dalam ber-dakwah.

“Kenapa harus tetap mempertahankan metode Ngopi-Ngaji, karena metode tersebut ternyata masih relevan hingga saat ini,” ujar Gus Amak lagi.

Melihat fenomena hari ini waktunya kita uswah, uswah itu bukan suatu ke-riya’an. “Bila kita menyebarkan kebaikan yg telah kita lakukan,” tambahnya. Jadi sebarkan semua kegiatan yang baik di media sosial.

Hari ini bukan hanya tentang ” انظر ما قال، tetapi perlu juga انظر كيف قال”, Lihat apa yang di sampaikan, jangan lihat orang yang menyampaikan.

Asal dari perkataan itu terdapat dalam penjelasan hadits No. 216, dalam kitab Mirqôtul Mafâtih Syarhu Misykâtil Mashôbih karangan Syaikh Ali al-Qori, kutib Gus Amak lulusan Universitas Syiriah, yang juga cucu dari alm KH. Abd Hamid Pasuruan

Serta syukuri apa yg telah diwariskan oleh para sesepuh NU kita dan tetap jaga persatuan dan kesatuan NKRI kita yang menjadi tempat bagi NU. KarenaCinta tanah air merupakan sebagian bentuk dari iman kepada Allah SWT.

Dalam Kesempatan yang sama Kapolsek Kota Lamongan, Kompol Budi Santoso menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder Nahdlatul Ulama, karena dengan adanya organisasi NU ini, kelanjutan berbangsa dan bernegara tetap berlangsung harmonis.

“Saya menyakini, kami TNI/Polri mamu bersinergi dengan Ansor Banser menjaga keutuhan NKRI, karena jargon Cinta Tanah Air salah satu wujud mana organisasi atau lembaga yang ingin NKRI tetap ada sampi akhir jaman,” tutupnya. (ak)

Video Sholawat Nabi Muhamad SAW:

terkait

Ketua DPRD Bali Minta Masyarakat Bali Tak Ikut Demo 212 di Jakarta

redaksi

Lomba Kicau Burung Banyuwangi Diwarnai Kericuhan

redaksi

Hari Keempat Operasi Patuh, Satlantas Polres Gresik Masifkan Sosialisasi

redaksi