Niat Bakar Ranting Kering, Perempuan Ini Tewas Terpanggang

oleh -63 Dilihat
oleh

PONOROGO, PETISI.CO – Nasib naas menimpa salah satu warga Rt 2/ Rw 3, Dukuh Ploso, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, bernama Yatinem (52). Niatnya membakar ranting dan semak di lahan miliknya yang berada di tepian hutan pinus milik Perhutani.

Petugas mengidentifikasi korban

Karena angin besar malah membuat dirinya terbakar hingga maut menjemputnya, di area petak RPH Sooko BKPH Wilis selatan 164 G 1, Minggu (26/8/2018).

Hanya sesaat saja, peristiwa ini langsung mengundang perhatian banyak orang. Kapolsek Sooko, AKP Suyanto melalui Wakapolsek, IPDA Satrio yang saat itu mendapatkan laporan dari warga, langsung menuju lokasi kejadian bersama anggotanya dan team Inafis Polres Ponorogo.

“Peristiwa berawal saat Yatinem berniat membakar ranting dan semak kering di ladang miliknya yang berada di dekat hutan pinus. Lantaran angin besar api langsung membesar, sehingga api menyambar dan merambat ke lahan pinus karena ketakutan korban berusaha memadamkan api namun malah kewalahan dan korban terbakar,” ungkap IPDA Satrio.

Korban saat itu berniat memadamkan api yang mulai merambat ke lahan pinus, namun kobaran api bahkan langsung menyaut sebagian tubuhnya, sehingga baju Yatinem saat itu terbakar.

Menurut keterangan dari warga, Kani, korban ditemukan saat melihat ada kebakaran hutan. Kani dan warga bersama beberapa orang naik ke hutan dan memadamkan hutan tersebut. Setelah api padam, Kani turun mau pulang namun dia melihat seperti boneka tergeletak namun setelah didekati ternyata bu Yatinem yang sudah terbakar.

“Saya kira boneka, setelah saya dekati ternyata Bu Yatinem yang sudah hangus terpanggang api,” kata Kani.

Menurut keterangan warga sekitar, korban punya lahan garapan di pinggir hutan pinus tersebut. Dan sedang membersihkan lahan garapannya dengan membakar ranting ranting kering persiapan tanam bila musim hujan tiba dan membakarnya karena angin kencang api menjalar ke hutan pinus.

Mungkin korban panik api menjalar ke hutan maka korban berusaha memadamkan api. Namun justru korban tersulut api dan jatuh akhirnya terbakar sampai meninggal.

“Warga sini sudah terbiasa untuk menghadapi musim hujan ini, warga bersihan peladangan untuk persiapan tanam jagung ketika hujan turun,” imbuh IPDA Satrio.

“Hasil pemeriksaan team medis ataupun team inafis Polres, pada tubuh korban Yatinem tak ditemukan tanda kekerasan lainnya. Seluruh keluarga korban dengan disaksikan perangkat desa setempat menerima bila tewasnya Yatinem lantaran terbakar,” pungkasnya. (mal)