PETISI.CO
Dimas Aditya saat memberikan keterangan di kantor PLN Tulungagung.
PERISTIWA

Nunggak 11 Hari, Pelanggan PLN Asal Bago Tulungagung Keluhkan Pemutusan Aliran Listrik

TULUNGAGUNG, PETISI.CO – Pemutusan Arus/Aliran listrik yang diduga dilakukan oleh petugas PLN Tulungagung sedang dialami AS (45) warga Kelurahan Bago Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, lantaran disebabkan mengalami keterlambatan/tunggakkan sekitar 11 hari belum ada pembayaran listrik pada bulan Oktober 2020 dari tanggal maksimal setiap tanggal 20 yang harus segera dibayarkan.

AS mengaku mengeluh dengan situasi pandemi covid-19 seperti saat ini tidak ada toleransi kerlonggaran waktu pembayaran, hanya terlambat sampai 10-11 hari saja langsung dieksekusi pemutusan aliran listrik dari PLN.

“Lha iya, masa hanya keterlambatan 11 hari saja langsung diputus. Dan tidak ada toleransi kelonggaran waktu lagi,” keluh AS, Sabtu (31/10/2020).

As mengatakan bahwa dirinya mendapat surat tagihan pelunasan dan pemberitahuan pemutusan pada Jumat tanggal 30 Oktober. AS pun diminta segera melakukan pelunasan pembayaran listrik yang tertera pada surat tertulis tanggal 23 Oktober.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Bersama Polsek Pakal Bantu Korban Banjir Sumberejo

“Setelah mendapat surat pemberitahuan kemarin. Saya berusaha untuk mencari uang, tetapi sampai saat ini belum dapat uang untuk bisa melunasinya. Akhirnya empat orang petugas dari PLN datang melakukan pemutusan arus listrik tanpa ada toleransi lagi,” ucap AS kecewa.

Lanjut AS menceritakan, dirinya sempat menanyakan tentang aturan pemutusan arus listrik kepada petugas yang saat itu sedang beroperasi memutus arus listrik di rumah AS. “Ohh, sekarang aturannya begitu ya mas. Terlambat 10 hari diputus,” tanya AS

Lanjut AS menceritakan, lalu petugas tersebut menimpali dengan kalimat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Menurut AS, petugas pemutus arus listrik tersebut mengatakan, pemutusan arus listrik bukan hanya terlambat sepuluh hari bahkan terlambat satu hari pun bisa diputus.

Baca Juga :  Polres Tulungagung Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Jalan Protokol Dalam Kota

Dan katanya petugas tersebut, lanjut AS, aturan pemutusan arus listrik mengacu ada surat edaran dari Bupati juga. Namun, ketika ditanyakan surat edaran Bupati nomor berapa yang mengatur pemutusan arus listrik, pihak petugas pemutus arus listrik tersebut menjawab  tidak mengetahuinya.

Lebih lanjut AS yang juga merupakan wartawan sebuah media online memperlihatkan hasil konfirmasi Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM terkait hal tersebut.

Dalam pesan WhatsApp Bupati Tulungagung mengatakan bahwa “Mengenai kebijaksanaan sistem pembayaran ya tidak ada Perbup yang mengatur. Itu sepenuhnya kewenangan PLN,” tulis Bupati Tulungagung melalui pesan WhatsAppnya dengan AS.

Sementara itu ketika para awak media ingin menemui manager/pimpinan PLN Tulungagung, hanya bisa bertemu dengan Dimas Aditya yang merupakan staff Transaksi Energi (TE) di Kantor PLN Tulungagung. Dikatannya, bahwa pimpinan sedang tidak berada di kantor.

Baca Juga :  Akan Edarkan Pil Dobel L, Pria Gondrong Asal Kediri Dicokok Tim Unit Reskrim Polsek Kalangbret Tulungagung

Selanjutnya, Dimas Aditya pun bersedia memberikan penjelasan bahwa diberlakukan pemutusan arus listrik tersebut terhadap semua pelanggan listrik yang menunggak.

“Jadi, untuk pembayaran setiap bulannya itu tanggal 1 sampai tanggal 20. Semisal melebihi tanggal 20, masuk data menunggak. Itu wajib diputus, kecuali pelanggan melunasi,” ucapnya.

Dijelaskannya juga, bagi pelanggan yang ingin listrik menyala lagi bagi yang mengalami pemutusan arus listrik lantaran disebabkan tunggakkan pembayaran yang melebihi batas maksimal setiap tanggal 20 tersebut harus melunasi tunggakannya.

“Jadi SOP nya itu setiap ada tunggakkan kan pelanggan dikasih tahu terkait konsekwensinya kalo menunggak setelah tanggal 20. Semisal dia masih menunggak ya diputus, kalau mau nyala lagi dilunasi dulu,” tandasnya. (par)

terkait

Tangkapan Ikan Melimpah , Nelayan Sendangbiru Gelar Syukuran Petik Laut

redaksi

PMII Jatim Tolak Impor Bawang Putih

redaksi

Buka EJSMS 2019, Kabiro Humas Sebut Jatim Miliki Banyak Potensi

redaksi