Padepokan Brojomusti Gelar Dzikir, Sambut Tahun Baru Hijriyah

oleh
Padepokan Brojomusti Gelar Dzikir, Sambut Tahun Baru Hijriyah

SITUBONDO, PETISI.CO –  Datangnya tahun baru Islam Hijriyah, Padepokan  Brojomusti mengadakan dzikir  bersama, doa yang dipimpin langsung Ustad Nurahman atau  kerap dipanggil Gus Nur, Senin (10/09/2018).

Dzikir bersama memohon keselamatan dan ampunan Allah SWT, dari segala dosa di tahun sebelumnya. Dengan masuknya tahun baru Hijriyah 1440 H, agar lebih meningkatkan amal ibadah dan berbuat baik terhadap sesama.

Asisten Padepokan Brojomusti, Indra  Murwa Herdi, ditemui awak media petisi.co  menyampaikan, acara dzikir dan do’a serta ritual memandikan benda pusaka merupakan agenda tahunan setiap 1 Suro.

Budaya ini tidak bisa dihilangan,  bertempat di Dusun Pareyaan RT.03  RW. 02 Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, dipandu langsung Gus Nur.

Berbagai kalangan hadir,  diantaranya para jamaah keluarga besar Padepokan Brojomusti dari berbagai penjuru, baik dari Kabupaten Malang, Lumajang. Probolinggo, Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Situbondo.

Selanjutnya, selesai dzikir dan do’a dilanjutkan ritual memandikan benda pusaka berupa keris, tombak,  pecut, cincin, istambul.

Keris merupakan salah satu pusaka asli Jawa  yang dijadikan benda antik nan bertuah yang masih melekat dalam budaya Jawa.

Kemudian, Gus Nur  menggelar pengobatan supranatural terhadap jamaah, melalui ruqyah agar jin tidak merasup di dalam tubuh manusia, yang senantiasa mengganggu kondisi tubuh dan pikiran.

Seperti dialami salah satu jamaah, Sanijo dari Wongsorejo Banyuwangi, telah dikeluarkan benda tajam dari anggota tubuh melalui kaki, berupa paku, kawat dan lilitan benang. “Semua  itu kerja jin yang sudah merasup pada tubuh manusia,” ujarnya.

Gus Nur membenarkan apa yang digelar di Padepokan Brojomusti tersebut, Ia menyampaikan, pengobatan supranatural bisa melalui jarak jauh dengan sambungan bathin, meskipun yang bersangkutan tidak datang, karena jin dalam hitungan detik bisa pindah-pindah tempat.

“Bukankah kita selaku hamba Allah SWT  bisa saling mebantu,” tutup Gus Nur.(armit)

No More Posts Available.

No more pages to load.