Pasar Tradisional Menciptakan Kedamaian Bangsa

oleh -68 Dilihat
oleh
Dirut PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin saat mengikuti Rakernas Asparindo di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018) kemarin.
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Sebuah tantangan yang cukup berat untuk dapat melestarikan pasar tradisional di tengah gencarnya pasar modern. Hal tersebut disampaikan Dirut PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin setelah mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018) kemarin.

Abdullah Muchibuddin menjelaskan, hasil dari mukernas tersebut, Presiden Joko Widodo meminta untuk mengembangkan konsep- konsep penjualan agar pasar tradisional tak ketinggalan zaman. Menurut Presiden, pasar – pasar tradisional merupakan tempat bagi hasil-hasil petani maupun nelayan lokal untuk dijajakan kepada para konsumen.

Pasar rakyat memang memerlukan perhatian khusus agar eksistensi pasar itu betul-betul tetap bisa survive di tengah gempuran hipermarket, pasar-pasar modern, yang hampir di semua kota sekarang ini ada.

“Dari pasar tradisional itu dapat terwujud sebuah kedamaian. Bagaimana tidak, interaksi di pasar tradisional cukup kental antara pedagang dan pembelinya. Di pasar tradisional hubungan antara penjual dengan pembeli terasa dekat, akrab. Bahkan, adanya tawar menawar harga di pasar tradisional masih bisa ditemui,” jelas Abdullah Muchibuddin.

Masih menurut Abdullah Muchibuddin, selain itu, pasar tradisional apabila dikelola dan dikembangkan lebih jauh memiliki potensi untuk dapat bersaing dengan pasar-pasar modern. “Dari sisi harga produk yang diperdagangkan misalnya, pasar tradisional lebih unggul dibanding pasar-pasar modern,” tambahnya.

Beberapa langkah yang sudah dipersiapkan untuk meningkatkan pasar tradisional yaitu dengan revitalisasi pasar seperti yang dulunya jorok, bau, tidak ada parkir dirubah menjadi pasar yang bersih dan pembeli lebih nyaman. Kemudian meningkatkan kordinasi antara pengelola pasar dalam pemberian informasi mulai dari stok barang, tukar menukar barang, stabilisasi harga dan tidak ada lagi ada yang kekurangan stok.

“Upaya lain yaitu dengan digitalisai stok, yang mana saat ini sedang dirancang sebuah software untuk dapat memantau dan mengetahui kebutuhan barang di daerah-daerah lain. Dengan harapan seluruh pengelola pasar akan dapat saling support antar daerah,” pungkas Abdullah Muchibuddin. (cah)  

No More Posts Available.

No more pages to load.