Pasutri Lansia Jadi Korban Proyek Saluran di Manukan Krajan

oleh
Korban pasutri lansia dan saluran air yang membawa sial.

SURABAYA, PETISI.CO – Pembangunan proyek saluran got yang ada di Jalan Manukan Karajan, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya, telah menelan dua korban, pasangan suami istri (Pasutri)  yang sudah lanjut usia (Lansia) warga Manukan Dono.

Semua ini disebebkan,  proyek tersebut tidak diberi rambu garis pengaman oleh pemenang tender Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Akibatnya, warga Manukan Dono  yaitu Usman dan Istrinya mengalami kecelakan akibat pembanguna proyek saluran got yang dikerjakan oleh kontraktor PT Tjakrindo Mas ini.

Menurut Dedik Taurus, putra pertama dari korban, “Kejadiannya pada Sabtu pukul 08.00, tepatnya di jalan Manukan Krajan depan pasar sore, waktu itu Bapak sedang mengantarkan ibu ke pasar Manukan Lor untuk bejualan,” katanya.

Lanjut Dedik anak pertama dari korban Usman Djaja (84), ”Akhirnya korban, saat itu juga dibawa  ke Puskesmas Manukan Lor,” jelasnya.

“Alhamdulillah ke dua orang tua saya tidak begitu parah akibat kecelakaan itu, meskipun hanya cederà luka pada tangan, orang tua laki-laki dan luka kening kepala ibu saya, namun tidak menutup kemungkinan apa yang dialami oleh ke dua orang tua kami, mengalami keseleo (terkilir),” jelas Dedik.

“Yang kami takutkan ke dua orang tua kami udah usia lanjut, yaitu Usman Djaja  sudah berumur 84 tahun sedang Ibu Budi Suhart ningsih umur 68 tahun. Dan saya akan minta pertanggungun jawaban dari pihak kontraktor untuk ganti rugi,” tandas Dedik.(irul)