Pedagang Baru Diistimewakan, Pedagang Lama Pasar Bungkal Gejolak

oleh
Pembagian stan di Pasar Bungkal dituding tak transparan.

Amar Makmur :  Pembagian Stan Ngawur!

PONOROGO, PETISI.CO – Sejak dilakukan penempatan pedagang di bangunan baru Pasar Bungkal, semakin hari bukannya semakin adem, bahkan malah semakin hangat.

Pasalnya, penempatan pedagang diduga tidak transparan. Yang membuat hangatnya suasana dan situasi pedagang pasar Bungkal karena merasa tidak adanya penempatan secara adil.

Pedagang lama malah tidak dapat tempat di kios yang dahulu lokasi diluar, malah kios luar ada yang ditempati oleh orang-orang baru.

Seperti dikatakan Bu Tri, yang setiap hari pasaran Pon dan Kliwon berjualan di Pasar Bungkal. Dirinya juga mengaku tidak dapat lokasi di dalam.

“Saya sudah hampir 10 tahun jualan di Pasar Bungkal, namun juga saya dapat tempat di luar ini saya pasrah mas, rejeki ada yang ngatur,” katanya.

Begitu juga salah satu pedagang yang gak mau mengaku namanya ketika dimintai keterangan. Menurutnya, pembagian kios di Pasar Bungkal sudah tidak sesuai dengan kesepakatan awal dalam penempatan.

“Dalam kesepakatan dulu pedagang lama akan diprioritaskan dalam penempatan. Jadi pedagang yang lama didahulukan, baru kalau masih ada itu diisi orang baru, tapi kenyataannya pedagang lama yang ibarate sudah ngoyot malah ditempatkan di tempat yang tidak strategis, pedagang baru yang ujuk-ujuk penak. Piye karepe wong Pemda ki,” jujurnya.

Amar Makmur

Sementara, Amar Makmur mantan aktifis yang berasal dari Kecamatan Bungkal ini mengaku, merasa terpanggil ketika melihat carut marutnya penataan pedagang di Pasar Bungkal.

Pihaknya merasa, kejadian yang dirasakan pedagang lama di Pasar Bungkal ini bagai bentuk musibah. Karena pembagian kios dan bedak yang tidak transparan.

Menurut Makruf, sapaan akrab mantan aktifis jebolan Fakultas Ekonomi ini menduga adanya permainan dari pejabat terkait.

“Pemerintah utamanya Dinas Pasar ternyata mempermainkan para pedagang dan para penghuni Ruko (kios), nyatanya Dinas Indakop tidak menghiraukan atas kesepakatan di awal, bahwa  yang menempati ruko dan stan di Pasar Bungkal  yang didahulukan seharusnya adalah pedagang  yang sudah lama dan pernah jualan di lokasi  tersebut. Akan tetapi, nyatanya, pembagian ruko dan stan ngawur  yang dilaksanakan oleh Dinas tersebut dan tidak melalui prosedur sesuai Pancasila sila ke 5,” tegas Amar Makruf kepada petisi.co.

Bentuk ketidakadilan yang terjadi di lapangan adanya beberapa oknum pedagang baru yang mendapatkan ruko dan stan di tempat-tempat strategis dan pedagang lama malah ditaruh di tempat  yang tidak bsa berjualan seperti semula.

“Karena pembagiannya ternyata dipanggil satu persatu dan langsung dikasih tempat  yang sudah ditentukan oleh dinas terkait. Dan inilah rusaknya moral para penguasa di Ponorogo. Dengan ini ada indikasi jual beli ruko dan stan di Pasar Bungkal. Dan wakil rakyat kita juga terkesan tutup mata,” kritik Amar Makruf lagi.

Bahkan, pihaknya juga akan mendampingi pedagang Pasar Bungkal yang tidak mendapat keadilan ini.

“Kalau tidak ada tindakan perubahan ataupun pembenahan, Persatuan Pedagang Pasar Bungkal akan mengadakan aksi penuntutan kepada pemerintah, utamanya dinas terkait (Indakop),” pungkas Makruf.

Sementara dari Kepala Dinas Indakop dan Usaha Mikro, Addien Adhanawarih ketika dikonfirmasi melalui Bagian Pengelolaan Pasar, Fitri Nurcahyo kepada petisi.co mengaku, kalau sebelumnya memang penataan kurang teratur, namun sekarang sudah teratur sesuai petunjuk Kementerian Perdagangan.

“Alhamdulillah Pasar Bungkal sudah kondusif mas, memang kemarin pas penataan rada kurang teratur dan sekarang kita menempatkan pedagang berdasarkan zonasi jenis jualannya, itu petunjuk dari Kementerian dan kemarin memang ada gejolak, sekarang sudah kondusif,” terangnya.

Masih menurut Fitri Nurcahyo, bahwa Dinasnya sudah melakukan sosialisasi zonasi dengan beberapa pemerintah setempat dan tokoh masyarakat.

“Sosialisasi kemarin sudah kita laksanakan dengan pihak Muspika Bungkal di Balai Desa Bungkal, disitu juga hadir Kepala Desa Bungkal dan Kepala Desa Kalisat yang semuanya sudah bagus responnya,” ujarnya.(mal)

No More Posts Available.

No more pages to load.