Pedagang Tradisional Mengeluh Praktek Banting Harga Supermarket

oleh

BANYUWANGI, PETISI.CO –  Pedagang tradisional dan pedagang kaki lima, gabungan dari Paguyuban Pedagang Pasar dan Kaki Lima Banyuwangi (P3KLB) Banyuwangi, mengeluh omzet dagangan mereka menurun. Mereka menuding penyebabnya, ada persaingan yang tidak sehat dari dua supermarket di Banyuwangi.

Ungkapan itu, disampaikan perwakilan pedagang, P3KLB , A.Thohir Wijaya Firdaus dalam hearing Komisi II DPRD yang dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, di Gedung DPRD, Senin (15/5/2017).

“Dua supermarket, ROX.. dan Viona…. menjual kebutuhan masyarakat, seperti sembako maupun barang lainnya dibawah harga pasar tradisional, sehingga berdampak pada menurunnya omzet penjualan pedagang di pasar Banyuwangi,” kata Firdaus.

Pasar moderen, kata Fidaus, tidak menjual barang dengan harga eceran seperti di pasar tradisional. Faktanya, Rox.. dan Viona.. menjual barang dengan harga eceran dengan harga dibawah pedagang tradisional.

Ketua Komisi II, Handoko meminta Pemkab Banyuwangi melalui dinas terkait, melakukan pengawasan harga barang yang dijual pasar moderen dengan pasar tradisional. Rencana, Komisi II akan memanggil pengelola pasar modern, seperti halnya Indomart dan Alfamart.

“Kami pekan ini kita panggil pengelola pasar modern. Tidak hanya Rox.. dan Viona.. saja. Termasuk Indomart dan Alfamart,” ungkapnya. (rohman/to)