Peduli Bencana Sumatera, IPM SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo Galang Dana Kemanusiaan

oleh -223 Dilihat
oleh
Pelajar IPM Miosi saat kegiatan penggalangan dana kemanusiaan untuk korban bencana Sumatera

Sidoarjo, petisi.co – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi). Peristiwa bencana Sumatera, menggugah semangat solidaritas para anggota IPM dalam melaksanakan aksi penggalangan dana, yang berlangsung di seluruh kelas pada, Rabu 3 Desember 2025.

Pembina IPM SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, Rahmi Maulidiyah, S.Pd menjelaskan kegiatan peduli sesama ini tidak semata-mata menjadi ajang pengumpulan donasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa. Menurutnya, kegiatan aksi ini juga sekaligus melatih kepekaan sosial sejak dini pada para pelajar.

“Motto semangat yang ditanamkan pada anggota IPM Miosi adalah dimulai dari hal-hal kecil, namun bermakna besar bagi sesama. Meskipun sekarang zamannya transfer atau QRIS, IPM Miosi tetap memilih penggalangan dana secara langsung yang melibatkan siswa, tidak sekadar orang tua yang transfer, agar para siswa merasa lebih dilibatkan dalam pembelajaran kepedulian ini,” terang Rahmi, Sabtu (6/12/2025).

Lebih jauh, Ia menuturkan melalui kegiatan tersebut, anggota IPM dapat menumbuhkan rasa empati, gotong royong, dan rasa kemanusiaan.

“Sedikit dari kita dapat memberi dampak besar bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya seraya mengatupkan kedua tangan.

Rahmi juga menambahkan kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi anggota IPM dalam mengelola kegiatan kemanusiaan, sekaligus memperkuat kerja sama dan kekompakan antar anggota. Bantuan yang terkumpul diharapkan mampu meringankan beban para korban serta menjadi amal kebaikan bagi seluruh warga Miosi.

“Alhamdulillah, Dana yang terkumpul dari penggalangan dana ini sejumlah Rp. 7.437.000. Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan,” ucapnya.

Sementara itu, secara teknis penggalangan dana dilakukan secara terkoordinasi oleh para siswa dari berbagai kelas. Ghaniyya Quisilla Lathifa dan Aerilyn Bellvania Cinta Kirana dari kelas VIII C bertugas di Lantai 2, sementara M. Adelio Tristan dan Naufal Zaky Ramadhan dari kelas VIII A bertugas di Lantai 3. Setelah itu, seluruh petugas bergabung melakukan penggalangan di Ruang Guru dan TU. Kegiatan ini didukung oleh Rifano Pratama Putra (VIII B) yang bertugas sebagai dokumentasi.

Penggalangan dana dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana berupa tiga kardus bekas, ditambahkan tiga poster bertuliskan “Ayo Bantu Saudara Kita”. Seakan tak ingin melewatkan momen penting ini, seluruh kegiatan sosial juga diabadikan menggunakan telepon genggam. Para siswa yang bertugas menyusuri setiap kelas, ruang guru, dan area sekolah untuk mengajak civitas Miosi berbagi kepedulian.

Salah satu petugas penggalangan dana, Ghaniyya Quisilla Lathifa, mengungkapkan kesannya selama kegiatan berlangsung.

“Saya merasa sangat senang karena bisa membantu jalannya kegiatan ini sekaligus menyaksikan langsung kepedulian siswa-siswi, staf, dan para guru Miosi. Warga Miosi punya rasa peduli yang sangat tinggi. Mereka berdonasi sambil berharap bantuan tersebut benar-benar bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujarnya.

Sebagai bagian dari IPM, Ghaniyya juga merasa bangga dapat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan ini. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa IPM mampu menjadi teladan bagi siswa-siswi Miosi dalam menumbuhkan kepedulian sosial.

“Bangga dan senang bisa terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini,” tutupnya. (luk)

No More Posts Available.

No more pages to load.