Petisi
Wabup Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten dan Kota se-provinsi Lampung
PEMERINTAHAN

Pejabat Pemkab/Kota se-Prov Lampung Kunker di Pemkab Bondowoso

BONDOWOSO, PETISI.CO – Sebanyak 67  pejabat  Pemerintah Kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Pada Kunker hari pertama Selasa (9/7/19) malam, mengadakan studi tiru terkait Sistem Akuntabilitas Kinerja Instan Pemerintah (SAKIP).

Dr. Senen Mustakim, kepala Badan Pendapatan Daerah Lampung Timur, mengatakan, bahwa sebenarnya ada empat Kabupaten di Jawa Timur yang menjadi studi tiru bagi Lampung, yakni Bondowoso, Gresik, Sidoarjo dan Probolinggo.

“Kalau belajar dengan baik, Insyaallah kita jadi baik. Bondowoso diantaranya salah satu dari empat ruang kita kunjungi hari ini,” kata kepala Badan Pendapatan Daerah Lampung itu, saat memberikan sambutan di wisma Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso.

Dengan grade ‘A’ lanjut dia, dari SAKIP Bondowoso itulah yang menjadi salah satu alasan kita untuk memilihnya bahwa Kabupaten ini menjadi lokasi studi tiru.

“Untuk kota-kotanya memang direkomendasikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Apalagi yang kita hubungi ini justru mentornya Menpan RB, jadi kami bersama rombongan langsung kesini,” imbuhnya.

Sementara itu, Wabup Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, menjelaskan, bahwa pihaknya menerima Kabupaten atau kota manapun yang hendak mempelajari SAKIP Bondowoso. Menurutnya, karena Bondowoso awalnya banyak melakukan studi tiru, termasuk pula diajari langsung oleh beberapa daerah.

“Jadi sekarang kita harus berbagi pengalaman pada mereka”centus Wabup.

Disamping itu, ia mengaku, bahwa metode yang dilakukan mulai dari menterjemahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), hingga Renja dan pohon kinerja.

“Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut terlibat dengan membentuk Forum Group Discussion (FGD). Sehingga semua OPD tak berjalan sendiri-sendiri,” tutur Irwan.

Seraya menambahkan, tak ada ego sektoral. Dengan FGD ini mereka sudah tahu. Misalnya mereka kerja apa. Kamu kerja apa. SAKIP ini sudah berbicara semacam itu.

“Sistem itulah yang dianggap Kemenpan RB, bahwasanya Bondowoso sudah menjiwai apa yang memang menjadi suatu keinginan dari SAKIP itu,” ringkasnya.(tif)

terkait

Walikota Batu Kukuhkan Kasek dan Pengawas

redaksi

Bupati Sidoarjo Hadiri Puncak Hari Ibu 2018

redaksi

Maksimalkan Pelayanan, Disperindag Tulungagung dengan Sistem Jemput Bola

redaksi