Pelayanan Pasien di RSUD Jombang Tidak Ada Perbedaan

oleh
Wakil Direktur RSUD Jombang, Adi Prasetyo saat dikonfirmasi

JOMBANG, PETISI.COPelayanan pasien menggunakan fasilitas jaminan BPJS, KJS  di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Jombang tidak ada perbedaan baik pasien umum, pasien BPJS, pasien KJS dan pasien jaminan kesehatan yang lain, Rabu (9/5/2018).

Wakil Direktur RSUD Jombang, Adi Prasetyo ketika dikonfirmasi petisi.co mengatakan semua pelayanan di RSUD Jombang baik pasien BPJS, umum, KJS dan pasien jaminan lain sama sesuai dengan standar prosedur operasional yang berlaku. “Obat juga sama, yang membedakan fasilitasnya. Misal kelas VVIP, VIP, I, II dan III. Jadi tidak ada perbedaan,” katanya.

RSUD Jombang

Lanjut Adi, perbedaan pelayanan harus jelas karena persepsi pasien yang berbeda. Misal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) ada yang bisa langsung masuk ke kamar perawatan dan ada yang belum bisa. Karena ketika pasien dipindahkan ke kamar perawatan, kondisi pasien yang sudah stabil.

“Pelayanan di IGD tidak berdasarkan nomer urut kedatangan pasien tetapi didasarkan pada tingkat kegawatan pasien, sejauh mana tingkat kegawatan pasien secara medis,” jelasnya.

Menurut Adi, IGD triase pelayanan begitu pasien masuk diperiksa, prioritas pertama dalam menangani pasien yang didahulukan adalah pada pasien kegawatan tinggi. Misal ada pasien sakit batuk pilek berobat pada waktu bersamaan ada pasien laka gegar otak datang, dalam melakukan  perawatan, didahulukan pasien yang mengalami kecelakaan yang kondisinya mengancam nyawa pasien tersebut.

Wadir menambahkan, terkait pemberian obat kepada pasien, RSUD Jombang punya daftar obat. Istilahnya ada di formularium nasional. Seluruh pasien Umum, BPJS, KJS harus diberikan obat yang tercantum di formularium.

“RSUD Jombang termasuk rumah sakit rujukan dan dokternya spesialis semua. Di ruang IGD dokter umum yang difungsikan. Sedangkan dalam pelayanan poli umum, jumlah pasien tiap hari rata-rata sebanyak 700 sampai 800 penderita. Pasien yang menggunakan Rawat inap sebulan rata rata mencapai  2000 pasien, pungkasnya. (rahma)