Pelayanan Puskesmas Diklaim Lambat, Eri Akan Ubah Layanan ke Digital

oleh -287 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat sidak ke RSUD Soewandhi

SURABAYA, PETISI.CO – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengklaim pelayanan di puskesmas lambat setahun ini. Karena itulah, ia melakukan sidak ke beberapa puskesmas dan RSUD dr Soewandhie untuk mengecek pelayanannya.

“Kemarin saya cek di RSUD dr Soewandhie dan puskesmas hari ini. Kenapa pelayanan lambat? Karena dobel-dobel, jadi kalau orang datang ke puskesmas, berarti diterima oleh perawat dulu untum diagnosa. Saya bilang jangan 1 perawat aja, harus 3-4 (perawat) diagnosa keluhan,” ungkap Eri saat dikonfirmasi di Puskesmas Pucang Sewu, Selasa (10/5/2022).

Oleh sebab itu, ia ingin pelayanan di puskesmas dan RS berganti ke digitalisasi. Ketika pasien datang, perawat mencatat keluhannya, masuk ruang dokter diperiksa lalu diberi obat dan resepnya masuk ke digital dan langsung diambil di apotek. Jika perlu rujukan, dokter akan memasukkan surat rujukan lewat digital ke RS dan pasien langsung ke RS.

“Jadi pasien kalo dirujuk itu ga nggowo apa-apa. Gowo awak tok. Tapi rekam medis semuanya sudah siap dan sudah diklik lari ke RS dari puskesmas, ga dijaluki a b c gitu,” ujarnya.

Kemudian untuk BPJS, dirinya telah meminta kepada BPJS untuk tidak lagi meminta manual dan dialihkan ke elektronik. Ia tidak ingin warganya disusahkan dengan BPJS manual.

“Makanya selama ini, masih ada saja orang yang datang ke RS dijaluki kartu BPJS. Mati gak? Gak dilayani. Dikasih waktu 3 hari sama BPJS untuk menghidupkan lagi. Yo gak isok to. Kalau sudah lewat aplikasi, kalau mandiri masuk puskesmas ditanya mau pake ga BPJS Pemkot? Kalau mau diklik kelas 3. Nek gelem yo diklik langsung eksekusi BPJS. Saya minta Jumat selesai,” kata Eri.

Saat sidak di Puskesmas Pucang, ia masih melihat pelayanan masih tulis tangan, diberikan ke petugas entry. Sama halnya dengan rujukan ke RS harus menunggu entry. Eri pun akan membuat SOP puskesmas hingga RSUD Soewandhie. Nantinya ada aplikasi baru untuk menyempurnakan kinerja Kadinkes, kepala puskesmas, termasuk jajarannya. Menurutnya, kelambatan pelayanan puskesmas hampir di semua wilayah. Pihaknya juga segera mensosialisasikan pelayanan digitalisasi ini.

Salah satu kendala juga didapati dari pasien. Dimana pada keterangan sudah berbunyi akan dilayani pada pukul 11.00 WIB dan diminta datang 30 menit sebelumnya. Akan tetapi, tak sedikit pasien yang justru datang sejak pukul 06.00 WIB dengan harapan bisa diselipkan pelayanannya.

“Ini harus memberikan kepercayaan dan pengertian, kalau dia datang jam 06.00 WIB, nah wong yang seharusnya jam 07.00 WIB ga ada tempatnya. Makanya kenapa kok Soewandhie ini penuh terus, ya gara-gara ini. Kedua, sudah ada jam pengaturan, jangan sampai pemerintah sudah maksimal, terus orang bilang “deloken ta iku wong teko jam 06.00 teko, jam 14.00 ket dilayani”, loh kitire ngomonge jam 2 ancene. Tapi lek difitnah itu pancen gampang. Harusnya datang jam 13.30 tapi datang jam 6, karena bekne iso diselipno. Ini saya gamau,” paparnya.

Nantinya, setiap puskesmas dan RS akan ada tv muncul nama pasien dengan nomer nomor urutannya dilayani jam berapa. Hal ini untuk membiasakan pasien disiplin dan memberi kesempatan orang yang memang mendapatkan jatah pelayanan pagi.

“Kalau sudah ada nama, orang bisa melihat. Seng kurang nang Pemkotnya,  apakah jelek pelayanannya atau yang ketiga orang datang sebelum wayahe. Puskesmas sekarang sudah ga gitu, sekarang ayo didandani. Kita juga memperbaiki, masyarakat ikut mengawasi. Memang kita lambat kalau modelnya gini, sampai kapan pun lambat,” pungkas Eri. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.