Pelayanan RSUD Bangil Kembali Dikeluhkan

oleh
Wadir RSUD Bangil

PASURUAN, PETISI.CO – Belum genap setengah tahun jadi sorotan media terkait kenerja pelayanan RSUD Bangil yang bobrok, kini terulang kembali. Lagi-lagi korbanya warga miskin yang sakit menggunakan kartu Surat Pernyataan Miskin (SPM).

Akibatnya, salah satu pasien dari warga miskin yakni Achmadun (57) asal Lingkungan Jabon, Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan yang diterlantarkan, membuat salah satu anggota dewan Partai Gerindra komisi IV Dr Kasiman mengaku, kecewa atas pelayanan RSUD Bangil.

Padahal, keberadaan rumah sakit tersebut merupakan aset Pemkab Pasuruan. Apalagi karyawan/karyawati rata-rata Pegawai Negri Sipil (PNS).

“Dari dahulu juga saya sudah tegaskan, jika manajemen pelayanan RSUD Bangil itu buruk. Jadi, jelas saya sangat prihatin saat mendengar adanya pasien miskin warga Kabupaten Pasuruan, yang mendapatkan pelayanan kurang sempurna di sana,” ujarnya.

Saat ini gedung depan RSUD Bangil baru berdiri Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang masih tahap perawatan. Namun, untuk selanjutnya pembangunan akan terus dikerjakan biar cepat terselsaikan, “Sehingga warga miskin di Kabupaten Pasuruan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara  dari LSM Laskar Merah Putih Akhmad Suyono, juga mengatakan kekecewaan yang sama tentang pelayanan terhadap RSUD Bangil.

Menanggapi hal ini, dikonfiasi wartawan, Wadir Dr Jundi mengatakan, kalau ada kendala penanganan tentang pelayanan pada pasien, segera sampaikan kepada pihaknya tentang keluh kesahnya. “Biar kami tindaklanjuti yang bagian lapangan. Kami kaget mendengar ada pasien tidak mampu dibiarkan. Kalau benar adanya hal itu segera beri tahu kami, pasienya sakit apa dan waktu ngamar di ruang mana dan segera bawa kembali ke RSUD Bangil,” harapnya. (w3r)