Petisi
Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH.M.Si saat memberi penjelasan
PEMERINTAHAN

Pemkab Magetan Jembatani Tuntutan Karyawan dan Perusahaan Garmen

MAGETAN, PETISI.CO – Aksi demo unjuk rasa para karyawati dan karyawan  Perusahaan Garmen Exporter PT Bintang Inti Karya yang berlokasi di Jl Barat Karangsono Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, yang menuntut pembayaran gaji yang belum diberikan  manajemen perusahaan,  meminta perwakilan untuk mengadakan pertemuan bersama  di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magetan,  Kamis (26/03/2020), dengan mengadakan Rapat Tertutup Bersama Bupati Magetan, Kapolres, Dandim 0804, Perwakilan Disnaker Jatim, Kepala Disnaker, Pihak Manajement, serta perwakilan karyawati.

Dalam pertemuan tersebut membahas 10 hal laporan dari  pekerja,  yakni 1. Pembayaran gaji di bulan Februari yang diperlambat sampai 24 Maret, yang seharusnya dibagikan di tanggal 11-15 Maret 2020,  (2) 50% gaji karyawan bulan Februari tidak sesuai dengan yang tertulis di slip gaji,  (3) Kejelasan gaji karyawan yang terhitung dari tanggal 1-24 Maret 2020, (4) Kejelasan pencairan gaji yang telah diresign pada bulan Februari, (5) Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan yang yang terakhir di bulan Desember 2019, (6) Kejelasan tentang Tunjangan Hari Raya (THR) di tahun 2020, (7) Pemberian hak cuti kerja karyawan yang harus sesuai dengan kontrak kerja, (8) Pemberhentian kerja karyawan secara sepihak yang tidak sesuai dengan kontrak kerja, serta pengeluaran karyawan tanpa adanya surat peringatan terlebih dahulu, (9) Ketidakjelasan perhitungan hobor atau upah lembur yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah, (10) Mempermudah bagi karyawan yang telah resign untuk memdapatkan surat pengalaman kerja atau paklaring dan pencarian BPJS  Ketenagakerjaan.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH.M.Si setelah pertemuan membahas 10 hal tersebut menjelaskan,  Pemerintah Daerah (Pemda) menjembatani dan menengahi sebagai pihak ketiga bersama Kapolres, Dandim, pihak Disnaker propinsi dan Disnaker kabupaten, dengan pihak manajemen perusahaan, serta perwakilan karyawan dengan terbuka, agar semua bisa memahami dan perlu kesadaran bersama untuk mencari jalan keluar dari 10 hal yang diajukan perwakilan karyawan yang kesemuanya disangupi oleh pihak manajement perusahaan.

Bahan baku perusahaan tersebut 100 % berasal dari negara China yang saat ini sedang lock down, karena Virus Corona yang mengakibatkan impor berhenti dan hasil yang akan di export ke negara tujuan pada lock down semua.

Itulah yang menjadi penyebab semua itu. Untuk itu menjadi tugas bersama untuk mencari jalan keluarnya dengan mempertemukan karyawan dan pihak perusahaan yang sudah ada titik temu yang sudah di sepakati bersama.

Bupati juga menambahkan,  bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) menjembatani sebagai pihak ke tiga untuk mencarikan dana talangan, sebab perusahaan dalam keadaan krisis dan semoga dalam waktu dekat ini bisa secepatnya cair.

Hidayat selaku dari pihak perusahaan menjelaskan yang mana pihak dari manajemen menerima dan menyepakati semua keluhan dari para karyawan.(pgh)

terkait

Jatim Aman dari Indikasi Penyebaran Virus Corona

redaksi

Kades Silo Kecamatan Sempolan Jember Dukung Program Pendopo Expres

redaksi

Cuaca Ekstrem, Wagub Emil Dardak Tinjau Kesiapsiagaan PLN Jatim

redaksi