Petisi
Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyematkan peserta diklat secara simbolis.
PEMERINTAHAN

Pemkot Mojokerto Gelar Diklat Pengadaan Barang Jasa dan Uji Sertifikasi

MOJOKERTO, PETISI.COPemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, menggelar Diklat Pengadaan Barang dan Jasa sekaligus uji sertifikasi. Kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dengan didampingi oleh Wakil Wali Kota, Achmad Rizal Zakaria, di Pendopo Graha Praja Wijaya, Senin (17/2/2020).

Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari pejabat eselon tiga dan para lurah tersebut, nantinya akan mengikuti diklat selama 17 hari di Gedung Diklat Kota Mojokerto. Bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa, yang dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural BPSDM, Drs. Didik Dwiyanto, diharapkan melalui diklat ini akan mampu meningkatkan kompetensi pejabat eselon tiga dan lurah.

Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari pejabat eselon tiga dan para lurah mengikuti diklat selama 17 hari di Gedung Diklat Kota Mojokerto.

“Sehingga, dalam penyelenggaraan pengadaan barang jasa dapat berjalan efisien dan efektif sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Penyelenggaraan diklat ini merupakan salah satu upaya memenuhi kebutuhan organisasi, sebagaimana diatur dalam Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah,” jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Pengadaan barang dan jasa lanjut Ning Ita, memiliki peran penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk meningkatkan pelayanan publik dan pengembangan perekonomian daerah. Dan terkait hal tersebut, Pemkot Mojokerto telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Mojokerto nomor:  800/10759/417.403/2019 tentang sertifikat keahlian pengadaan barang dan jasa bagi pejabat eselon tiga di Lingkungan Pemkot Mojokerto.

“Terlebih, para pejabat ini nanti akan berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan pengadaan barang jasa. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tentunya mempunyai tujuan bukan semata-mata hanya sekedar diklat. Tetapi, juga merupakan kewajiban kita dalam peningkatkan kualitas dan profesionalisme aparatur sipil negara dalam penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa guna mewujudkan good governance,” tegasnya. (nang)

terkait

Sesuai Instruksi Bupati, Kadinkes Sumenep Respon Cepat Pandemi Covid-19

redaksi

Pemkab Situbondo Sosialisasi Pelaporan dan Pengendalian Gratifikasi

redaksi

Pemkot Batu Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia 2018

redaksi