PETISI.CO
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara di ruang kerjanya.
PERISTIWA

Pemkot Surabaya Belum Temukan Pelanggaran ASN Saat Libur Long Weekend Paskah

SURABAYA, PETISI.CO – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Surabaya belum ditemukan melanggar aturan pelarangan pergi ke luar kota selama masa libur long weekend Paskah.

Pada masa libur ini, para ASN diwajibkan untuk mengirimkan lokasi terkini kepada kepala dinas di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Melalui pembagian lokasi itu, kepala dinas di lingkup Pemkot Surabaya akan mengawasi pergerakan setiap ASNnya. Kemudian, laporan itu akan diserahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya.

“Nantinya BKD akan ngecek ke semua kepala OPDnya gitu, sampai saat ini masih belum ada laporan kaya gitu (pelanggaran). Belum ada lah,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Minggu (4/4/2021).

Baca Juga :  Risma Bersama Jajaran Forkopimda Pemkot Surabaya Meriahkan Drama Resolusi Jihad

Febri menyebut, laporan dari BKD itu diperkirakan akan terbit pada Senin (5/4/2021) besok, setelah dilakukan proses perekapan. “Besok kan ada laporan dari hasil pantauan masing-masing OPD,” jelasnya.

ASN Pemkot Surabaya sendiri diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, jumlah itu sudah termasuk pegawai outsourcing (OS).

“Kalau total semua 19.000-an, itu kalau gak salah sudah sama OS,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai sanksi yang bakal diterapkan ketika menemukan adanya laporan ASN yang melanggar, Febri menyebut bahwa pihaknya mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Sudah Lakukan Penyemprotan di 50.732 Lokasi

“Kalau ada temuan ya sanksinya sesuai PP 53, itu kan macem-macem. Gak bisa langsung kasih sanksi, kan ada kategorinya, hukuman ringan, sedang, berat,” terangnya.

Sanksi pun berupa bentuk teguran lisan maupun tertulis. Hukuman tersebut nantinya akan berpengaruh kepada yang bersangkutan.

“Kalau kita kan, kalu mereka melanggar terus terakumulasi bisa saja penundaan kenaikan pangkat. Nah itu kembali ke pimpinan masing-masing,” terangnya.

Larangan ASN melakukan perjalanan ke luar kota selama masa libur panjang Paskah ini sendiri sesuai dengan surat edaran (SE) Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) No. 7/2021, tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah Bagi Pegawai ASN.

Baca Juga :  PKK Jatim Borong Penghargaan Tingkat Nasional

“Menpan mengeluarkan surat, nah itu kan untuk kami semaksimal mungkin memberikan contoh kepada masyarakat,” pungkasnya. (nan)

terkait

Satukan Sinergi Menuju Pilkada Damai Kabupaten Mojokerto 2020

redaksi

Samsat Kota Probolinggo Prioritaskan Penyandang Disabilitas

redaksi

Kapolres Batu Tinjau Ligistik Menuju Desa Desa

redaksi