Petisi
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan.
PEMERINTAHAN

Pemkot Surabaya Bersama KPK Gelar Acara Penanaman Perilaku Anti Korupsi Sejak Dini

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) menyelenggarakan acara penanaman perilaku anti korupsi melalui dunia pendidikan dengan tema “Guru Pembangunan Peradaban (Kolaborasi Wujudkan Cita-cita Membangun Generasi Anti Korupsi)”, di Graha Sawunggaling, Kamis (5/12/2019).

Acara ini merupakan kerja sama antara Pemkot Surabaya, KPK, beberapa lembaga kedinasan dan swasta, serta SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membuka acara ini dengan berpidato dengan menyatakan untuk memiliki generasi yang tangguh para guru diharap untuk memberikan pendidikan tentang kejujuran, kerja keras, dan sikap tidak pantang menyerah kepada para muridnya.

“Anak-anak Surabaya adalah anak saya juga, jadi saya mengharapkan nantinya anak-anak ini bisa menjadi generasi yang jujur, kuat, dan tangguh dengan ditempa pula oleh guru-guru yang tangguh dan senantiasa mengajarkan nilai kejujuran,” ungkap wali kota wanita pertama Surabaya ini.

Wali Kota Risma dalam acara tersebut.

Tidak sampai di situ saja, dirinya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada peran para guru, karena beberapa tahun ke belakang tidak ada temuan tentang joki dan kunci jawaban ujian.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para guru karena beberapa tahun kebelakang ini sudah tidak ada temuan lagi joki atau bocoran jawaban ujian sehingga harapan saya adalah semakin banyak anak-anak yang jujur, bangsa ini bisa tumbuh semakin besar,” ujarnya.

Dirinya juga menekankan bahwa anak-anak akan mendapatkan pendidikan pembangunan karakter (character building) dengan kerja keras sejak dini.

“Jadi yang saya tekankan kepada anak-anak harus bekerja keras ya seperti contohnya di sekolah untuk dapat nilai bagus harus belajar bukan mencontek atau njagani teman-temannya,” ucapnya.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menuturkan untuk memberantas korupsi dibutuhkan kerjasama antar element masyarakat terutama para guru dalam penanaman moralitas kejujuran sejak dini kepada para peserta didik lewat pendidikan.

Ratusan peserta mengikuti acara.

“KPK dalam visinya adalah bekerja sama dengan seluruh element masyarakat untuk memberantas korupsi. KPK punya kepentingan dalam menurunkan tingkat korupsi di Indonesia yaitu dengan pembangunan pendidikan moralitas kejujuran,” tandasnya.

Nantinya penanaman nilai-nilai anti korupsi juga akan dimasukkan kedalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) yang tentunya akan ada pelatihan terlebih dahulu untuk para guru.

“Pendidikan anti korupsi akan dimasukkan ke dalan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dari mulai PAUD sampai pendidikan paling tinggi. Tentunya para guru juga akan diberikan pendidikan mengenai hal ini dulu,” ucap wanita kelahiran Pematangsiantar, Sumatra Utara ini.

Basaria menyatakan kejujuran tidak bisa dilakukan oleh perbaikan sistem jadi dengan adanya pendidikan anti korupsi sejak dini, anak-anak diharapkan dapat memahami betapa pentingnya sebuah kejujuran dan kedisiplinan.

“Sebuah kejujuran itu tidak bisa diperbaiki oleh sebuah sistem, sehingga penanaman nilai tentang berperilaku baik, jujur, dan disiplin itu yang akan kita terapkan sehingga anak-anak sudah tahu mana perbuatan yang baik dan buruk,” tandasnya.

Di Januari 2020 mendatang akan diadakan program pelatihan 1000 guru sebagai upaya pengembangan terhadap pembangunan peradaban dan penanaman nilai anti korupsi. (nan)

terkait

Gubernur Jatim Raih Penghargaan Penasihat ASN Terbaik di Indonesia

redaksi

Peringati Hari Jadi Jember ke 90

redaksi

Dinas PUPR Kabupaten Bondowoso Janji Blakcklist Rekanan Nakal

redaksi