PETISI.CO
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto.
PERISTIWA

Pemkot Surabaya Minta Warga Salurkan Takjil Melalui Masjid atau Mushola

SURABAYA, PETISI.CO – Pemkot Surabaya melarang warga melakukan pembagian takjil di pinggir jalan selama Bulan Ramadan ini.

Kebijakan itu sendiri telah tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 443/3584/436.8.4/2021, tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Melalui SE itu, pemkot meminta warga untuk menyalurkan takjil yang akan dibagikan melalui masjid, mushola, lembaga sosial atau keagamaan.

Kemudian, pengurus tempat-tempat tersebut diinstruksikan mengatur mekanisme terkait pelaksanaan pembagian takjil. Hal itu dimaksudkan agar tak menimbulkan kerumunan.

Baca Juga :  Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2019 di Bondowoso

“Untuk mengarahkan agar (pembagian) takjil bisa dilakukan di masjid atau tempat ibadah,” jelas Kepala Satpol PP Pemkot Surabaya, Eddy Christijanto, Rabu (14/4/2021).

Eddy menyebut ketika nantinya ditemukan adanya warga tetap membagikam takjil dipinggir jalan, maka pihak pemkot akan melakukan penertiban. Namun untuk penerapan sanksi sendiri, dirinya memastikan bahwa hal itu tak akan diberlakukan.

“Kami intinya, tidak pada sanksi administrasi. Kami lebih kedepan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Peraturan itu juga berlaku bagi warga yang akan melaksanakan pembagian makanan saat sahur. “Intinya kami tidak ingin ada kerumunan,” tegas mantan Kepala BPB Linmas Kota Surabaya itu.

Baca Juga :  Amankan Pilkada, Polres dan Kejari Siapkan Penyidik Untuk Bawaslu Gresik  

Sedangkan untuk aktivitas bazar ramadhan, pemkot meminta kepada jajaran kelurahan dan kecamatan untuk melakukan pengaturan jarak setiap lapak di wilayahnya masing-masing.

“Melaporkan ke Satgas Covid-19 yang terdiri dari (BPB) Linmas, Satpol PP, Dinas Perdagangan (Disdag), termasuk kecamatan,” katanya.

Penerapan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan pembatasan jumlah pengunjung dengan memperhatikan luas ketersedian lahan harus tetap dilaksanakan.

“Yang memenuhi syarat, boleh (melaksanakan). Jangan sampai ada cluster Ramadhan, mari menjaga bersama-sama,” pungkas Eddy. (nan)

terkait

Silatnas PDNU 2018 di Unisma, Menjaga Karakter Dokter

redaksi

Bupati Magetan Resmikan Unit Kantor Pelayanan Imigrasi di MPP

redaksi

Kapolres Gresik Pimpin Giat Patroli Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

redaksi