Pemkot Surabaya Selesaikan Penyusunan Dua Perwali untuk Perlindungan Anak

oleh -91 Dilihat
oleh
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyelesaikan penyusunan dua Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk memperkuat perlindungan anak. Perwali tersebut mengatur Mekanisme Penyelenggaraan Kota Layak Anak dan Mekanisme Perlindungan Khusus kepada Anak.

Kedua Perwali ini merupakan turunan dari Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2023, yang mengubah Perda No. 6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Penyusunan Perwali ini adalah langkah strategis untuk menjadikan Surabaya sebagai Kota Layak Anak Paripurna. Ini sesuai dengan visi misi Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji yang ingin menjadikan Surabaya kota yang ramah anak dan bebas kekerasan.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat, penyusunan Perwali ini adalah langkah penting untuk mencapai status Kota Layak Anak Paripurna. “Ini selaras dengan visi misi Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Irvan, Selasa (9/7/2024).

Irvan menjelaskan bahwa Perwali tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak mengatur peran dan tanggung jawab berbagai pihak dalam mewujudkan kota yang ramah anak, termasuk indikator-indikator yang harus dipenuhi. “Perwali ini juga mengatur implementasi di tingkat kecamatan dan kelurahan,” tambahnya.

Sementara itu, Perwali tentang Mekanisme Perlindungan Khusus kepada Anak mengatur pembentukan, tugas, dan fungsi Satuan Tugas Perlindungan Anak yang bertugas melakukan koordinasi, pembinaan, dan fasilitasi dalam upaya perlindungan anak, terutama bagi anak-anak dari kelompok rentan.

Kelompok rentan yang dimaksud mencakup anak korban pornografi, jaringan terorisme, kekerasan seksual, dan lainnya, yang teridentifikasi berjumlah 15 kelompok rentan.

Penyusunan Perwali ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota, UNICEF, Wahana Visi Indonesia, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas. “Komitmen dan partisipasi aktif semua pihak adalah kunci utama,” jelas Irvan.

Irvan menambahkan bahwa Perwali ini akan semakin menegaskan Surabaya sebagai kota yang ramah dan peduli terhadap anak. “Ini akan lebih menegaskan identitas Surabaya sebagai kota yang ramah anak,” ujarnya.

Dengan selesainya penyusunan dua Perwali ini, Surabaya semakin dekat dengan tujuannya sebagai Kota Layak Anak Paripurna. Anak-anak di Surabaya akan mendapatkan hak-hak mereka terpenuhi, terlindungi dari segala bentuk kekerasan, dan dapat tumbuh serta berkembang dengan optimal.

Ketua Yayasan Embun Surabaya, Joris Lato, menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam perlindungan anak. “Yayasan Embun fokus pada perlindungan anak korban HIV/AIDS,” tuturnya.

Kedua Perwali tersebut saat ini sedang diproses di Bagian Hukum Pemkot Surabaya dan diharapkan akan segera selesai sebagai hadiah peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2024. “Semoga Perwali tersebut segera disahkan sebagai kado indah untuk Hari Anak Nasional,” harap Isa Ansori dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.