Petisi
Gubernur Khofifah tunjukkan panen pado ratoon
PEMERINTAHAN

Pemprov Jatim Akan Kembangkan Metode Tanam Padi

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tengah mengembangkan metode tanam padi dengan masa panen lima kali dalam setahun. Metode tanam tersebut, dianggap dapat memberikan solusi ditengah semakin menyempitnya lahan pertanian di provinsi paling ujung pulau Jawa ini.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengutarakan untuk menanam padi ratoon dengan menggunakan teknologi revolusi kelima (R5), pemprov telah menunjuk PT Jatim Grha Utama (JGU)  Jawa Timur sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di bidang agrobisnis. Pada tahun pertamanya, JGU telah berhasil memanen padi ratoon yang kelima kalinya.

“Kami berharap uji coba ini berlanjut hingga tahun kedua. Pada tahun yang kedua nanti para bupati, gapoktan, dan petani juga diajak untuk melihat bagaimana format padi ratoon, ditanam bisa sampai lima kali panen,” ujar Khofifah kepada wartawan usai memanen padi ratoon di Sidoarjo, Senin (17/2019).

Dijelaskan, ekstensifikasi atau peningkatan produksi pertanian dengan memperluas lahan sudah tidak lagi mampu dilakukan. Cara yang sangat memungkinkan yakni melakukan intensifikasi, atau memaksimalkan produktivitas.

Sistem padi ratoon menggunakan metode R-5 itu memang bisa melipatgandakan produksi pertanian. Jika biasanya panen padi hanya mampu dilakukan dua sampai tiga kali setahun, namun dengan R-5, sekali tanam dapat dipanen lima kali.

“Kualitas dan volumenya juga sama dengan panen yang pertama. Rata-rata untuk satu hektar bisa menghasilkan enam sampai tujuh ton,” kata mantan Menteri Sosial ini.

Pihaknya berharap, dalam beberapa tahun ke depan metode tanam padi ratoon R-5 dapat diterapkan banyak petani. “Dengan begitu dapat menjadi nilai tambah bagi petani, dan mengurangi angka kemiskinan di desa,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui padi ratun adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang. Tunas akan muncul pada buku paling atas, suplai hara didapatkan tetap dari batang lama.

Secara nasional Jawa Timur masih diandalkan sebagai penyangga pangan nasional. Sedangkan untuk ekstensifikasi pangan di Jawa Timur dikatakan Khofifah hampir tidak bisa dilakukan. Karena itu yang bisa dilakukan Pemprov Jatim adalah intensifikasi pertanian. (bm)

terkait