Pemukiman Warga di Bojonegoro Kebanjiran

oleh
Luapan air yang menggenangi rumah penduduk.

Bengawan Solo Meluap

 BOJONEGORO, PETISI.CO – Hujan deras yang melanda wilayah Bojonegoro menyebabkan sungai Bengawan Solo meluap. Akibat luapan tersebut sebanyak kurang lebih 200 Kepala Keluarga (KK) di Jalan Kapten Rameli, Gang Matekram terdampak, Sabtu (26/11/2016). 200 KK yang terdampak itu dari 4 RT, mulai dari RT 02, 03, 04 dan 07. Dari 4 RT itu, sebanyak 25 rumah terendam banjir.

Siti, salah satu warga mengungkapkan, air luapan sungai bebgawan solo itu masuk ke pemukiman warga sekitar Sabtu, pukul 06.00 wib. Karena arus sungai yang cukup deras, dengan cepat air merendam jalan pemukiman dan rumah warga.

“Air masuk kesini (pemukiman, red) pukul enam pagi. Arusnya deras sekali sehingga dengan cepat mengalir masuk ke pemukiman,” katanya, Sabtu (26/11/2016).

Ia menjelaskan, ketinggian air yang merendam jalan pemukiman itu sekitar 50 cm atau selutut orang dewasa. Meaki demikian, korban banjir masih bertahan dirumah masing-masing. Sebab, kondisi banjir masih belum parah. Warga baru mengungsi jika banjir dengan ketinggian 1 meter.

“Masih bertahan dirumah dan tidak mengungsi karena banjirnya masih belum parah. Kalau sudah satu meter baru mengungsi,” ujarnya.

Warga yang rumahnya terendam banjir hanya melakukan evakuasi barang berharganya. Mereka tetap tidur dirumah meski kondisinya digeluti banjir. Sementara kondisi air bengawan solo terus mengalami kenaikkan dengan cepat. Di papan duga yang terletak di Taman Bengawan Solo (TBS) Desa Ledok Kulon, Kecamatan Kota, menunjukkan 14.75 pielschall. (gal)