Pendapatan PD Pasar Kota Kediri Menguap Hingga Miliaran

oleh

KEDIRI, PETISI.CO – Diduga hingga miliaran rupiah pendapatan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kediri diduga menguap tak jelas. Sebab, dalam dua tahun terakhir PD Pasar Kota Kediri belum membuat laporan pendapatan dan penyertaan modal dari Pemkot Kediri sebesar Rp 5 miliar. Hal itu membuat aktivis Kota Kediri LPMK-NKRI angkat bicara.

Salah satu aktivis Kota Kediri LPMK-NKRI, Tino Alfarizi mengatakan, dari hasil temuan dilapangan pendapatan PD Pasar Kota Kediri dalam dua tahun ini seharusnya bisa mencapai miliaran rupiah.

“Dari data kasar temuan kita, untuk 9 pasar di Kota Kediri pendapatan yang bisa masuk di PD Pasar itu bisa mencapai sekitar Rp 17 juta. Tetapi kenapa pihak PD Pasar selama dua tahun ini justru mengaku selalu mengalami kerugian. Ini jelas aneh,” ujarnya, Rabu (5/4/2017).

Menurutnya, dari 9 Pasar di Kota Kediri yang meliputi Pasar Grosir, Pasar Setonobetek, Pasar Pahing, Pasar Banjaran, Pasar Bandar, Pasar Pesantren, Pasar Hewan, Pasar Mrican, dan Pasar Bandarngalim, pendapatan tersebut didapat dari retribusi parkir, retribusi sewa kios hingga retribusi ponten yang dikelola pihak ketiga.

“Disini banyak pendapatan seperti retribusi parkir rawan meluap karena bukti karcis yang tidak jelas dan retribusi sewa kios karena banyaknya kios yang sudah diperjualbelikan,” jelasnya.

Terpisah, Direktur PD Pasar Kota Kediri Saiful Yasin saat ditanya rincian pendapatan setiap pasar, pihaknya terkesan tertutup. Ia justru melempar ke bendahara PD Pasar.

“Kalau pendapatan tiap pasar saya tidak hafal, tanya saja ke bendahara. Tapi yang jelas paling besar pada Pasar Grosir. Sementara untuk pendapatan baru tahun 2016 kemarin kita mengalami kenaikan,” jelasnya.

Seperti diketahui, selama dua tahun laporan pendapatan dan penyertaan modal Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kediri belum jelas. Akibatnya, kalangan DPRD Kota Kediri menanyakan penggunaan dana tersebut ke pihak PD Pasar pada saat hearing beberapa waktu lalu. Pasalnya, sejak tahun 2015, PD Pasar diketahui mendapat dana penyertaan modal sebesar Rp 5 miliar.(dun)