PETISI.CO
Ilustrasi.
PERISTIWA

Pendistribusian BSB di Pasaman oleh PT BGR Menuai Kekecewaan  

PASAMAN, PETISI.COPendistribusian Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (KEMENSOS) yang dilakukan oleh PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) menuai kekecewaan. Hal ini seperti yang disampaikan, Ry, Koordinator PKH kecamatan Dua Koto Pasaman saat dikonfirmasi petisi.co, Minggu (22/11/2020).

Ry menjelaskan, kurangnya koordinasi PT BGR dengan koordinator PKH di kecamatan-kecamatan dan armada yang tidak dimiliki diduga menjadi penyebab proses penyaluran program BSB tidak berjalan baik.

“Koordinasi yang dilakukan PT BGR tidak bagus. Sehingga jadwal yang telah ditentukan menjadi kacau.  Akibatnya masyarakat menjadi kecewa karena tidak tepat waktu, padahal kita sebagai pendamping kecamatan sudah menyampaikan dengan detail bagaimana keadaan Medan yang akan mereka lalui. Namun tenyata tidak didengarkan, dan kita melihat PT BGR tidak memiliki armada satupun untuk pendistribusian ini melainkan hanya memakai armada dari pihak lain,” ungkapnya, Jumat (06/11/2020).

Ia juga menjelaskan terkait dengan biaya pendistribusian untuk daerah pelosok yang tidak bisa diantar menggunakan mobil, jasa angkutnya jelas berbeda karena harus menggunakan roda dua, dalam hal ini BGR juga ini tidak transparan soal pembiayaannya.

“Bayangkan saja saya dulu yang menjamin ongkos ojeknya beras tersebut untuk diantar ojek ke rumah KPM. Setelah beras sampai ke tangan KPM malah pihak BGR bertele-tele untuk penggantiannya, tentu saya tidak mau disalahkan oleh ojek yang mengantarkan,” tuturnya dengan geramnya.

Ia menerangkan bahwa kejadian seperti harusnya tidak terjadi jika pihak dari PT BGR mau sedikit mendengar apa yang disampaikan oleh pendamping.

“Harusnya PT BGR mau sedikit mendengar apa yang disampaikan oleh pendamping PKH yang ada di kecamatan tentang apa transpor yang harus disiapkan. Janji dengan KPM dan Medan yang akan dilalui,”ucapnya.

Hal senada juga di ungkapkan koordinator PKH kecamatan Rao Utara, ia menyampaikan kordinasi yang buruk menjadi alasan, Jumat (6/11/2020).

“Penyebab penyaluran jadi terlambat dikarenakan armada yang mengakut beras sesuai dengan koordinasi dengan pihak BGR ada tiga unit dengan muatan 10 ton per mobil tapi yang datang cuma dua mobil dengan sistem bongkar dulu yang dua mobil dan mereka balik lagi muat. Setelah bongkar mereka janji jam tiga paling lambat sampai lagi, tapi mereka datang hampir jam enam sore jadi tidak bisa terkejar penyaluran yang untuk Nagari Kotonopan hari itu juga. Sehingga penyaluran dilaksanakan besoknya,” pungkasnya.

Para koordinator PKH di Kabupaten Pasaman sangat kesal akan kelakuan PT BGR ini. Sehingga mereka menyapaikan saat di konfirmasi petisi.co mengatakan mereka bersepakat untuk menolak  untuk melakukan pendampingan pendistribusian oleh PT.BGR ini kedepannya dengan pola yang seperti ini. (az)

terkait

Pangdivif 2 Kostrad Hadiri Pelantikan dan Deklarasi Pengurus ADN Wilayah Jatim

redaksi

Screening Wajib Bagi Pegawai dan Pengunjung RSUD Soegiri Lamongan

redaksi

FKMS Kembali Demo di Dinas Lingkungan Hidup Sumenep

redaksi