Penentuan Idul Fitri di Muara Takung Berdasar Penampakan Bulan

oleh -63 Dilihat
oleh
Parizal Datuk Bagindo Sutan SE

SIJUNJUNG, PETISI.CO – Perayaan Idul Fitri di Muaro Takung belum  dilaksanakan karena belum melihat bulan untuk menyukupkan 30 hari kalender oleh beberapa surau dan ninik mamak  tanggo bungsu nagari Muaro Takung Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat.

Seperti disampaikan salah satu ninik mamak muaro takung Parizal Datuk Bagindo Sutan SE, “Berpuasalah kamu karena melihat bulan, dan berbukalah kamu kalau melihat bulan dengan mata telajang,” ujarnya.

Menurut Datuk Pucuk pangilan sehari-hari cucu kemenakan yang sekaligus teman seperjuangan dengan Bupati Sijunjung H. Drs Yuswir arifin Dt. Indo Marajo yang juga sama sama  ninik mamak di Nagari Muaro Takung, kalau puasa tidak cukup 30 hari atau puasa hanya 28 hari  sudah diwajibkan untuk berbuka sekaligus merayakan Idul Fitri.

“Kalau puasanya hanya 28 hari yang 1 hari wajib dikoda pada hari setelah lebaran dalam waktu tahun tersebut,” ujarnya.
Untuk Kabuten Sijunjung penganut Tariqoh Satariyah ini tersebar  nagari Sijunjung, calao, pudak, ai angek, padang laweh, timbulun, ai amo, muaro takung, parik ratang, tanjung keling, polan sinyamu kumbayak, untuk  kabupaten tanah datar ada.di nagari taluk tigo jangkau lintau untuk wilayah provinsi riau terletak di beberapa nagari di Lubuk Jambi,kalau hari Minggu ( 25/6/2017) belum melihat bulan, maka puasa dicukupkan 30 hari.”

Pantauan petisi.co,  Minggu (25/6 /2017) di rumahnya datuk pucuk mendapat telepun dari datuk Singolipati, Amsir Manti penghulu, dan Mahyudin Imam, bahwa bulan sudah nampak dan sudah konfirmasi ke Malin Saidi sebagai pemegang pewaris otoritas ini  menyatakan sudah nampak bulan dan  Senin (26/6/2017) Idul  Fitri untuk kelompok Toriqoh Satariyah.(gus)