PETISI.CO
Debat Publik Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya (sumber foto: tangkapan layar dari akun Insta Story KPU Kota Surabaya).
PILKADA

Pengamat Politik Nilai Kedua Paslon di Pilkada Surabaya Punya Kekuatan Berimbang

SURABAYA, PETISI.CO – Ajang Debat Publik dua paslon Pilkada Surabaya berjalan menarik. Baik Eri Cahyadi-Armuji mau pun Machfud Arifin-Mujiaman saling beradu visi dan misi mereka ketika nantinya terpilih sebagai nakhoda baru Kota Pahlawan.

Perhelatan debat, pada Rabu (4/11/2020) malam juga mendapatkan sorotan langsung dari pengamat politik asal Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo. Menurutnya, kedua paslon mempunyai kekuatan yang berimbang

Ada faktor di masing-masing jago, Eri Cahyadi-Armuji dengan dukungan partai PDI Perjuangan yang merupakan incumbent dan Machfud Arifin-Mujiaman disokong oleh kekuatan besar delapan partai.

Baca Juga :  Faida - Vian Lolos Verfak Jalur Indipenden Pilkada Jember

“Ada faktor kekuatan masing-masing. Machfud dimotori delapan partai. Sementara Eri didukung incumbent,” kata Suko.

Menurut Suko, Eri Cahyadi akan lebih memaksimalkan kekuatan PDI Perjuangan yang terkenal dengan kesolidannya, terlebih di dalam partai juga ada nama seorang Tri Rismaharini.

“Ia (Eri) akan lebih mengoptimalkan PDIP yang dikenal solid dan pengaruh Wali Kota Risma. Saya kira ini akan menjadi senjata untuk menggerakkan warga pemilih,” ujarnya.

Sedangkan Machfud Arifin-Mujiaman mempunyai senjata berupa surat ijo yang menjadi sebuah permasalahan di kalangan masyarakat Surabaya. Bukan tidak mungkin paslon nomor urut dua ini bisa mendapatkan tambahan dukungan, jika mampu mengambil langkah cermat dalam persoalan tersebut.

Baca Juga :  Energi Positif Didapat Ir. Suhandoyo Setelah Raih Dukungan dari Relawan Sembodo

“Surat Ijo adalah contoh masalah orang banyak. Jika ada ide yg masuk akal bisa wujudkan ini, pasti akan menarik. Ini kesempatan paslon,” jelasnya.

Tak hanya itu saja, Suko memandang ajang debat akan semakin menarik, ketika kedua pasangan mampu menyodorkan gagasan baru dan realistis.

“Misalnya, jaminan kerja atau usaha. Rakyat utuh mendengar gagasan yang realistis dan bermanfaat di masa pandemi ini,” jelas dia.

Warga juga diminta harus berpikir cermat ketika mendengarkan pemaparan dari kedua paslon. “Warga harus cermat apakah paparan kandidat realistik atau tidak. Jika tidak realistik, maka itu perlu dipertanyakan,” tandasnya. (nan)

terkait

Kunjungi Kecamatan Asam Jujuhan, Masyarakat Bertekad Antarkan Sutan Riska Dua Periode

redaksi

Bawaslu Lamongan Panggil 11 ASN Melanggar Netralitas

redaksi

KPU Sumenep Umumkan Nomor Urut Paslon Bupati-Wakil Bupati Pilkada 2020 dengan Patuhi Prokes

redaksi
Open

Close