PETISI.CO
Terdakwa Steven Apriliyus Setiawan pada sidang putusan.
HUKUM

Pengedar Narkoba Cuma Divonis 7 Tahun Penjara

SURABAYA, PETISI.COTerdakwa kasus narkoba, Steven Aprilius Setiawan, tergolong mujur. Meski ditangkap dengan barang bukti sabu, ekstasi dan timbangan di rumahnya, dia cuma dihukum tujuh tahun penjara.

Steven yang juga dihukum denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan. Sebelumnya dia dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan penjara selama 10, denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan.

Vonis tujuh tahun dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Dwi Purwadi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (30/6/2020).

Dalam amar putusan yang dibacakan Dwi Purwadi, terdakwa Steven terbukti secara sah telah bersalah melakukan permufakatan jahat. Menjual, membeli, atau menerima narkotika golongan I, dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara 7 tahun denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan,” tegas hakim Dwi Purwadi.

Majelis hakim memberi kesempatan selama tujuh hari kepada JPU dan terdakwa, menerima atau banding atas putusan tersebut.

Diketahui, Steven sebenarnya hampir lolos dari jerat hukum. Namun, setelah tertangkapnya Melisa Leonita (berkas terpisah) oleh Polresta Polresrabes Surabaya, Steven pun ikut tertangkap.

Steven dan Melisa Leonita ditangkap saat menuju Hotel Sahid Jalan Raya Gubeng Surabaya usai mengambil 5 butir ekstasi di Jalan Sawentar Surabaya.

Selanjutnya polisi menggeledah rumah Steven. Menemukan satu klip besar berisi sabu dengan berat 10,25 gram. Dua klip besar berisi sabu seberat 0,66 gram dan 0,40 gram.

Juga menemukan dua klip berisi dua  butir ekstasi seberat 1,14 gram dan satu butir ekstasi seberat 0,67 gram. Satu bungkus plastik besar berisi ganja seberat 6,95 gram. Satu timbangan elektrik.

Barang haram itu didapatkan Steven secara gelondongan dari Arab (DPO) dengan berat 20 gram ditaruh dalam bungkus rokok Surya, di depan rumah di Jalan Dempo Surabaya.

Sementara itu berdasarkan Sistim Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, kasus peredaran ekstasi dan sabu-sabu ini Steven tidak sendirian, tapi juga ada nama lain, yaitu Melisa. Namun berkas perkara yang menjerat Melisa seakan lenyap. (pri)

terkait

‘Rebutan’ 80 Unit Taksi, Bos Astra Sedaya Finance Dilaporkan ke Polda

redaksi

Polda Jatim Gulung Komplotan Perampok Jalanan Antar-Kota

redaksi

Dua Tersangka Narkoba Digulung di Jalan Lintas Jembatan Siak Dayun

redaksi
Open

Close