Petisi
Wahid di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya.
HUKUM

Pengedar Sabu Sidotopo Bakal Lama di Penjara  

SURABAYA, PETISI.COMaksud hati Wahid, ngecer sabu sabu selain untung besar, juga dapat bonus merasakan nikmatnya sabu. Sialnya dia ditangkap polisi, dan Kamis (26/3/2020), diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulfikar dari Kejari Tanjung Perak, pada sidang di ruang Sari 1, membacakan dakwaanya di depan majelis hakim.

Terdakwa Wahid, pada tanggal 6 Januari 2020 sekira pukul 12.00, melakukan aktivitasnya di rumahnya, Jalan Sidotopo Jaya Gang 3 Surabaya. Yakni, menawarkan, menjual dan membeli, ataupun menjadi perantara transaksi sabu sabu.

Siang hari itu, terdakwa Wahid memesan sabu dari Ali (DPO), seberat 20 gram dengan harga Rp 22.500.000. Uang pembayarannya oleh terdakwa diserahkan kepada orang kepercayaan Ali.

Selanjutnya sekitar pukul 12.30 setelah mendapat info dari Ali, terdakwa Mengambil sabu seberat 20 gram beserta bungkusnya, di samping tempat sampah dekat warung kopi giras di Jalan Wonokusumo Gg 6 Surabaya.

“Terdakwa ditangkap pukul 17,30 oleh saksi M Subhan dan saksi Agus Refandi, anggota Polri,” tegas JPU Julfikar.

Saat petugas melakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 26 poket sabu dengan berat lebih kurang 26,18 gram beserta bungkusnya. Kemudian ditemukan juga barang bukti (1) satu sekop plastik warna putih terbuat dari sedotan dan 1 (satu) buah Handphone merk Samsung warna hitam.

Terdakwa menjual eceran sabu dengan berat berbeda beda. Yaitu untuk 1 gram dengan harga Rp 1.200.000, dengan berat 0,36 gram , 0,35 gram, 0,34 gram dan 0,33 gram dengan harga Rp 150.000. Poket sabu dengan berat 0,75 gram dan 0,74 gram dengan harga Rp 600.000. Adapun keuntungan yang diperoleh terdakwa sekitar Rp 4.000.000 dalam sebulan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sidang akan dilanjutkan 6 April mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. (pri)

terkait

Apes! Simpan Arak Jowo 8,9 Liter, Diciduk Polres Ponorogo

redaksi

Setahun Lebih, PN Bojonegoro Belum Lakukan Pelaksanaan Eksekusi Aset Klenteng

redaksi

Dugaan Korupsi Pengadaan 16 Mobil Listrik, Dahlan Iskan Ditetapkan Tersangka

redaksi