Penulis: drg. Anneke Paramita Adityatama, Sp.Perio*
Banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa dokter gigi juga punya spesialisasi. Salah satunya adalah dokter gigi spesialis periodonti yang menangani penyakit periodontal. Artikel ini akan mengulas peran penting dokter gigi spesialis periodonti dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta bagaimana perawatan periodontal yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Periodonsia adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari struktur penyangga gigi, termasuk gusi, tulang alveolar, ligamen periodontal, dan sementum. Perawatan periodontal tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara umum, tetapi juga berdampak pada kesehatan keseluruhan tubuh. Fungsi utama jaringan periodontal adalah mendukung dan mempertahankan gigi di dalam rongga mulut.
Gusi adalah jaringan yang menempel pada tulang alveolar, gusi yang sehat berwarna coral pink. Tulang alveolar adalah tulang rahang yang membentuk soket gigi sehingga gigi dapat berada di rongga mulut. Di antara akar gigi dan tulang alveolar terdapat ligamen periodontal yang terdiri dari serabut pembuluh darah dan serabut jaringan ikat kolagen yang mengelilingi akar gigi dan melekat pada prosesus alveolaris. Sedangkan sementum merupakan lapisan tipis dari jaringan ikat yang menutupi dentin di area akar gigi.
Penyakit periodontal yang sering terjadi yaitu gingivitis dan periodontitis. Gingivitis adalah keradangan pada gusi yang biasanya disebabkan oleh adanya plak dan karang gigi. Plak merupakan penumpukan sisa makanan yang lunak yang menempel pada permukaan gigi, sedangkan karang gigi terbentuk dari sisa makanan yang terakumulasi dan terkalsifikasi di permukaan gigi.
Karang gigi bisa terjadi hanya di permukaan atas gusi atau bahkan sampai ke dalam gusi. Karang gigi dapat menyebabkan bau mulut dan keradangan gusi yang biasa disebut dengan gingivitis. Tanda-tanda terjadinya keradangan gusi biasanya gusi menjadi kemerahan dan mudah berdarah. Keradangan gusi yang tidak segera diatasi dapat berkembang menjadi keradangan pada tulang alveolar yang disebut periodontitis. Tanda-tanda periodontitis seperti gusi yang mulai turun sehingga akar gigi terbuka, terjadi kegoyangan gigi, bahkan gigi bisa tanggal dengan sendirinya.
Pemeriksaan periodontal rutin oleh dokter gigi sangat penting untuk mencegah, mendeteksi, dan mengelola penyakit periodontal sedini mungkin. Dengan kontrol rutin ke dokter gigi kita akan mengetahui masalah apa yang terdapat di gigi dan mulut kita sehingga dapat teratasi sedari dini.
Perawatan seperti membersihkan plak dan karang gigi secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan gusi dan mencegah peradangan lebih lanjut. Karang gigi hanya bisa dilakukan secara mekanik di praktek dokter gigi, tidak bisa dibersihkan sendiri di rumah. Di luaran banyak sekali yang menjual bahan pembersih karang gigi, hal itu tidak disarankan oleh dokter gigi karena kandungan bahan tersebut malah justru dapat merusak jaringan lainnya di rongga mulut.
Selain perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi, peran pasien dalam menjaga kebersihan mulut dan kepatuhan terhadap rencana perawatan yang disarankan sangat berperan penting dalam keberhasilan perawatan periodontal. Sikat gigi secara teratur dengan teknik yang benar, menggunakan benang gigi, dan mengkonsumsi diet sehat dapat mendukung keberhasilan perawatan periodontal jangka panjang.
Tentunya juga harus didukung dengan pendidikan masyarakat tentang pentingnya perawatan periodontal sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut. Program-program pencegahan dan intervensi dini di sekolah dan komunitas dapat membantu menurunkan angka penyakit periodontal di kalangan masyarakat.
Persatuan dokter gigi Indonesia menyarankan untuk kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali walaupun tanpa keluhan. Hal itu bertujuan untuk mendeteksi dini masalah yang mungkin terjadi di rongga mulut. Jika ada masalah pada gigi dan gusi bisa segera ditangani supaya tidak menjadi lebih parah. Jika rutin kontrol ke dokter gigi maka masalah kecil pada gigi dan gusi yang belum parah dapat segera ditangani dan pastinya biaya perawatannya lebih ringan dibandingkan jika baru ke dokter gigi setelah masalah gigi tersebut menjadi parah.
Biasanya penyakit gusi dan gigi yang parah sudah menimbulkan nyeri hebat. Biaya perawatan jangka panjang terutama untuk mengobati periodontitis yang parah dapat menjadi beban finansial masyarakat dan sistem kesehatan. Di sini memang edukasi dan kesadaran Masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut sangat perlu untuk terus digalakkan.
Meskipun ada kemajuan signifikan dalam perawatan periodontal, tantangan seperti peningkatan kesadaran masyarakat, aksesibilitas perawatan, dan penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara penyakit periodontal dan kesehatan umum tetap perlu ditangani. Harapan untuk masa depan adalah meningkatkan intervensi pencegahan, pengobatan yang lebih efektif, dan peran aktif dalam mendukung kesehatan gigi dan mulut global.
Perkembangan dalam teknik perawatan periodontal telah menghasilkan pendekatan yang lebih efektif dan nyaman bagi pasien. Contohnya adalah teknologi laser yang digunakan untuk mengobati kantong periodontal dalam prosedur non-invasif yang membantu memulihkan kesehatan gusi dengan cepat.
Perawatan periodontal juga berperan penting dalam menjaga fungsi dan estetika gigi. Penyakit periodontal yang tidak diobati dapat menyebabkan kegoyangan gigi atau bahkan tanggal gigi sehingga mengganggu kemampuan seseorang untuk mengunyah dengan nyaman. Pencegahan merupakan bagian integral dari manajemen penyakit periodontal.
Melalui kampanye edukasi yang efektif, masyarakat dapat diedukasi tentang pentingnya perawatan gigi yang baik dan kunjungan rutin ke dokter gigi. Langkah-langkah pencegahan seperti pembersihan karang gigi secara teratur, perubahan gaya hidup yang sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit periodontal dan mempertahankan kesehatan gigi yang optimal. Peringatan ini penting agar individu dapat mencari perawatan yang tepat dan menghindari komplikasi yang lebih serius.
Diet sehat juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan gusi dan mencegah penyakit periodontal. Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan susu rendah lemak, dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Sebaliknya, menghindari makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat membantu mengurangi risiko plak gigi yang menyebabkan penyakit periodontal.
Selain peran pentingnya dalam kesehatan fungsional gigi dan gusi, periodonsia juga memiliki dampak yang signifikan dalam perawatan kosmetik gigi. Prosedur seperti kuretase gingiva dan bedah estetik periodontal dapat membantu memperbaiki penampilan senyuman dengan memperbaiki bentuk atau posisi gusi, memperbaiki garis senyum, dan memperbaiki kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan.
Ada juga perawatan periodontal untuk mempertahankan gigi yang sudah goyang sehingga gigi tersebut masih bisa dipertahankan di rongga mulut dan tidak perlu dicabut. Tetapi tidak semua gigi goyang bisa dipertahankan dengan perawatan periodontal.
Kondisi masing-masing gigi yang goyang di tiap individu berbeda sehingga perawatannya pasti berbeda juga menyesuaikan dengan kondisi masing-masing kasus sehingga sangat penting untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter gigi Spesialis Periodonti. Ada beberapa faktor risiko yang dapat memperparah penyakit periodontal, termasuk merokok, diabetes, kebersihan mulut yang buruk, dan genetika.
Secara global, tantangan dalam manajemen penyakit periodontal termasuk aksesibilitas perawatan kesehatan yang memadai, kurangnya pendidikan kesehatan gigi di beberapa wilayah, dan pertumbuhan jumlah populasi lanjut usia yang rentan terhadap penyakit periodontal. Menanggapi tantangan ini, organisasi kesehatan dan dokter gigi spesialis periodonti bekerja keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mengembangkan program pencegahan, dan meningkatkan aksesibilitas perawatan periodontal yang tepat dan efektif. (*)
Penulis adalah: Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Ciputra Surabaya





