Peringati Hari Kartini, Pegawai Puskesmas Kenakan Kebaya

oleh
Puskesmas Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo sebanyak 51 karyawati memakai kebaya

PONOROGO, PETISI.CO – “Perjuangan para pahlawan harus dibayar mahal, kita tinggal menuai dari perjuangan beliau”.  Itulah kata yang lebih pantas ada di benak bangsa yang hidup di jaman now. Untuk mengenang jasa pahlawan banyak cara dilakukan dalam rangka memperingatinya seperti pada tanggal 21 April yang merupakan Hari Kartini. Dan di tahun ini kebetulan jatuh hari ini, Sabtu (21/4/2018).

Di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo sebanyak 51 karyawati memakai kebaya. Nampak para karyawan wanita yang terdiri dari dokter , bidan, serta bagian admistrasi itu tanpa canggung melayani pasien baik di loket pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga pengambilan obat, sangat terasa berada di tengah Kartini – Kartini.

Sumini, salah satu pasien yang mengaku kaget ketika masuk ke dalam Puskesmas dimana dirinya akan berobat karena suasana hari ini di Puskesmas seperti suasana di acara hajatan mewah.

“Saya kira hari ini bu bidan dan ibu – ibu di loket pendaftaran mau datangi hajatan karena pakek kain kebaya. Sehingga kaya berada di tengah-tengah ibu-ibu berkebaya dan senyumnya yang ramah, sakit saya langsung berkurang rasanya karena tidak seperti di puskesmas. Tak tahunya hari ini hari Kartini, wong ndeso mas mboten apal dino,” guman Sumini.

Melayani pasien dengan berkebaya

Seperti Erni Wulandari, salah satu karyawan di Puskesmas Kauman yang mengaku bangga bisa memakai kebaya tepat di hari Kartini. Menurutnya, Raden Ajeng Kartini adalah sosok yang sangat berjasa terutama untuk kaum hawa sehingga dia bisa bekerja seperti sekarang ini.

“Kami – kami senang bisa pakai kebaya lengkap tepat di hari Kartini, apalagi sambil melayani masyarakat yang berobat, meskipun kita tanpa sanggul dikarenakan pakek hijab,” ujar Erni Wulandari.

Wulan sapaan perempuan berkaca mata yang di ruang TU menambahkan, seluruh karyawan merasa percaya diri meskipun tidak harus ke salon. “Kita tetap pede walau kita berkebaya tanpa sanggul dan tanpa datang ke salon,  jadi macak dewe – dewe dari rumah sendiri ,” tambahnya.
Sementara Kepala Puskesmas Kauman, dr. Yunita ketika dikonfirmasi melalui drg. Lilin Pancawati menjelaskan, suasana ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh di akhir pekan ini.

“Dengan memperingati hari Ibu Kartini, kita mengembalikan semangat Kartini yang berjuang demi sejajarnya hak-hak wanita. Selain itu, juga untuk mengenang kembali perjuangan Kartini sebagai pahlawan bangsa yang karena beliau kami – kami bisa berbuat kepada masyarakat dan negara seperti hari ini berikan pelayanan terbaik,” tandasnya.

Masih menurut Dokter gigi ini bahwa meneladani semangat Kartini, dengan memberi pelayanan yang lebih baik dengan semangat kebangkitan kaum hawa.

“Kartini adalah wanita yang luar biasa, sangat peduli dengan kaumnya, yang harus kita teladani jadi dalam kesempatan ini kita bangkitkan dengan etos kerja yang tinggi dan tetap teguh pada kode etik untuk pelayanan mulia ini,” pungkas dia. (mal)