Peringati HPSN, Bupati Gresik Ajak Manfaatkan Sampah

oleh
Forkopimda di lingkungan Pemkab Gresik, Asosiasi Bank Sampah Gresik (ASBAG) dan masyarakat saat melakukan deklarasi pengurangan sampah

GRESIK, PETISI.CO – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2017, Bupati Gresik, Dr. H. Sambari Halim  Radianto mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengurangan dan penanganan sampah guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Selain itu, untuk memaknai peringatan HPSN 2017 kali ini, Bupati Sambari juga mengajak untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam mengolah sampah menuju Indonesia bersih sampah 2020.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Sambari didampingi Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim bersama sejumlah SKPD serta jajaran Forkopimda di lingkungan Pemkab Gresik, Asosiasi Bank Sampah Gresik (ASBAG) dan masyarakat saat melakukan deklarasi pengurangan sampah yang bertepatan dengan peringatan HPSN 2017 di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), pada Minggu (19/02/2017).

Mengawali sambutannya, Bupati Sambari mengatakan bahwa sampah bukan lagi menjadi masalah, namun sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal tersebut berdasarkan Hasil Penelitian Tim Penyusun Rencana Induk Persampahan kabupaten Gresik tahun 2016 yang menyatakan bahwa sampah sisa makanan dan daun dapat dijadikan kompos dan bernilai ekonomi memiliki prosentase 41 persen.

Sementara itu kertas, plastik, logam dan kaca yang merupakan barang yang dapat didaur ulang (memiliki nilai ekonomi) mempunyai prosentase 41%.

“Persentase 82 persen dari sampah yang kita hasilkan tiap harinya bernilai ekonomi apabila kita kelola. Namun bila hanya kita buang maka akan menjadi masalah. Seperti halnya timbulnya penyakit, pencemaran air dan tanah bahkan bahaya banjir bila dibuang sembarangan ke drainase,” ujar Bupati Sambari.

Oleh sebab itu, lanjut Bupati, sinergitas antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat harus terjalin dengan baik dan menghimbau masyarakat untuk lebih giat mengkompos sampah.

“Kami ingin masyarakat giat dalam memanfaatkan sampah, terutama sampah yang memiliki nilai ekonomi. Maka dari itu, upaya pemerintah adalah mendirikan bank-bank sampah untuk menampung sampah-sampah yang bisa di daur ulang dan memiliki nilai ekonomi,” kata Bupati Sambari.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik saat mendampingi Bupati mengungkapkan bahwa saat ini di Gresik telah memiliki 19 bank sampah yang telah memiliki SK bank sampah, dari sekitar 40 bank sampah yang ada di kabupaten Gresik.

“Pengurangan sampah saat ini telah dilakukan di sumber sampah domestik melalui bank-bank sampah. Akan tetapi, masih perlu ditingkatkan lagi melalui pembentukan bank-bank sampah yang baru di daerah lain yang belum memiliki bank sampah,” kata Wakil Bupati.

Wabup Qosim berharap kedepan semua kelurahan se-Gresik harus sudah memiliki bank sampah agar sampah yang sampai ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) benar-benar sampah yang tidak bisa dijadikan kompos atau didaur ulang.(iwn)

No More Posts Available.

No more pages to load.