Peserta Dolly English Club Belajar di Unitomo

oleh

SURABAYA, PETISI.CO – Unitomo Language and Culture Center (ULCC) kerjasama dengan Dolly English Club menggelar gathering bermain dan bergembira, Kamis (4/10) jam 14.00 di Ruang Soemantri Lt.3, Gedung Rektorat Kampus Unitomo. Kegiatan yang dikemas dalam Dolly English Club ini untuk memotivasi anak-anak terdampak eks lokalisasai Jarak Dolly agar terus mempunyai cita-cita tinggi.

Warek IV Unitomo menerima penghargaan dari Dolly English Club

Wakil Rektor IV Unitomo, Dr Meithiana Indrasari ST di sela-sela acara menyampaikan, Unitomo akan suport penuh pendidikan bahasa Inggris di Dolly English Club. Ini demi memenuhi keinginan mensejahterakan masyarakat Dolly yang terdampak setelah penutupan lokalisasi.

“Untuk mensejahterakan masyarakat yang terdampak Dolly tidak hanya dengan mengandalkan  UMKM saja. Tetapi masyarakat juga ingin mengembangkan kampungnya dengan memiliki kampung Inggris. Tentunya dengan keinginan tersebut, warga harus mampu berbahasa Inggris. Sedangkan sasaran kita adalah, mengembangkan bahasa Inggris dengan membantu warga mulai dari anak-anak, karang taruna hingga orang tua,” jelas Mei.

Sementara Wahyu Cahyono selaku Founder Dolly English Club mengatakan, kegiatan sinergitas dengan ULCC sudah berjalan sekitar 1 tahun. ULCC mengerahkan pengajar masuk ke Dolly agar yang belajar lebih banyak. Dengan lebih banyak yang belajar maka akan lebih menarik perhatian dan kampung Inggris akan dikunjungi lebih banyak lagi dari luar kampung.

“Beberapa pelajar SMA juga ingin belajar di tempat kami. Bahkan mereka tidak keberatan jika dipungut biaya untuk belajar di tempat kami. Padahal selama ini kami tidak memungut sepeserpun dari peserta yang belajar,” tutur Canyo.

Sampai saat ini Dolly English Club memiliki 11 kelas. Namun, bukan berarti kelasnya seperti di sekolahan pada umumnya tetapi memanfaatkan balai RT/ RW, teras rumah warga yang dikarpet dan dicat. Sedangkan jumlah peserta hingga hari ini ada 500 orang yang belajar.

“Kami tidak hanya fokus di kampung Inggris saja tetapi juga menggandeng mitra kereja. Kemudian, di sini juga diajarkan tari dan gamelan. Karena konsep kita menjadikan kampung seni dan budaya,” tutup Cahyo.

Victor Tobing, sekretaris ULCC menambahkan, pembelajaran bahasa Inggis di kampung Dolly menyasar kepada anak-anak, remaja, karang taruna dan orang tua. Anak-anak merupakan generasi penerus yang memiliki cita-cita. Mereka akan menggeser kesan kampung Dolly yang dulunya jadi wisata malam menjadi wisata edukasi.

“ULCC akan membantu tenaga pengajar yang diambil dari mahasiswa tingkat akhir maupun dosen. Sehingga, anak-anak TK-SD, SMP dan SMA, orang tua pun dapat belajar bahasa Inggris dengan nyaman hingga terbentuk kampung Inggris seperti yang diharapkan,” jelas Victor.

Dalam acara Dolly English Club goes to campus kali ini, untuk membuka wawasan anak-anak. Dimana biasanya mereka belajar di tempat apa adanya. Dengan ini sekitar 50 anak yang diundang akan mengetahui tempat belajar di Unitomo. “Tempat belajar mereka sempit, bising. Tentunya dengan kita undang di acara ini akan melekat di benak anak-anak,” pungkas Victor. (cah)