PETISI.CO
Kepala Disdikbud Bondowoso, Sugiono Eksanto saat memberikan keterangan.
PERISTIWA

Peserta Ujian Seleksi PPPK Keluhkan Hasil Pasinggrade Jauh Dari Acuan Nasional

Disdikbud Bondowoso Layangkan Surat Permohonan Penurunan Ambang Batas Kepada Kemenpan-RB

BONDOWOSO, PETISI.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso, layangkan surat permohonan penurunan Ambang Batas atau pasinggrade kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) per tanggal 20 September 2021.

Hal ini mengacu pada keluhan peserta ujian seleksi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK), yang hasil pasinggradenya jauh dari acuan pasinggrade nasional.

Cuplikan foto surat permohonan penurunan ambang batas atau pasinggrade kepada Kemenpan-RB.

Kepala Disdikbud Bondowoso, Sugiono Eksanto, menjelaskan, dari hasil yang terdata, selama empat hari ujian ternyata, nilai atau pasinggrade nya, jauh di atas pasinggrade nasional.

Baca Juga :  Ditinggal Suami Nikah Lagi, Perempuan Muda Lapor ke Mapolres Blitar Kota

Jika ini diumumkan pekan depan maka, bisa dipastikan Bondowoso yang terjaring dari 1953 peserta PPPK hanya akan lolos 9 persen.

“Itu artinya, sia-sia ada program pemerintah yang akan mengangkat satu juta guru dengan dana yang sudah disiapkan. Namun, jika regulasi persyaratan materi khususnya di tekhnis dengan pasinggrade yang tinggi itu maka, tidak akan bisa berbuat banyak nantinya,” jelasnya, Selasa (21/9/2021).

Sebelum surat dibuat dan dikirim, kata Sugiono, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Bondowoso serta PGRI Jawa Timur.

Baca Juga :  Pimpin Latpraops Sikat Semeru 2021, Ini Penekanan Kapolres Gresik

Tujuannya, untuk bersama-sama berupaya agar pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud dan Kemenpan RB untuk menurunkan dari pasinggrade yang tinggi.

“Sehingga kuota yang ada di Bondowoso bisa terserap semuanya,” katanya.

Selain itu, kami berharap kepada seluruh peserta PPPK untuk tetap bersabar dan berdoa agar ikhtiar bersama dengan pihak terkait lain, mendapat kemudahan.

”Semoga pemerintah pusat agar dapat melihat secara jernih tidak sekedar pada aspek akademik saja tetapi dapat mempertimbangkan masa kerjanya, usianya, termasuk pada kebutuhan guru yang sangat mendesak,” pungkasnya. (tif)

terkait

Kapolres Gresik Cek Wilayah Terdampak Banjir di Kecamatan Balongpanggang

redaksi

Konservasi Terumbu Karang di GWD Banyuwangi Belum Tersentuh CSR

redaksi

BOP Covid-19 Untuk Madin di Bondowoso Dipotong

redaksi