BATU, PETISI.CO – Patut untuk diapresiasi Pesnona Pesanggrahan 2019, Karang Taruna (Kartar) Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur ini terus memunculkan ide-ide apiknya dengan cara berinovasi, kreasi, dan berkolaborasi.
Kegiatan tersebut, kali kedua yang dilaksanakan untuk menyambut lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober. Dalam kesempatan itu, dilaksanakan di Lapangan Belakang Balai Desa Mayangsari, selama 3 hari.
Awalnya ide-ide itu muncul digagas oleh Ketua Kartar Ikhwan Hadi Pramono bersama anggota yang lainnya. Maka tidak tanggung tanggung, di hari pertamanya menampilkan ajang kesenian kuda lumping yang dikolaborasikan dengan musik campursari khusunya dari warga Desa Pesanggrahan.
“Di hari ke dua masih ada suguhan yang siap memukao dengan menampilkan atraksinya, yang kita sajikan untuk masyarakat yaitu parade Band Nasional. Dan di hari ke tiga, pada puncak acara ada suguhan tari tradisional plus operet yang siap membuat para penonton terpesona,” tutur Nawi sapaan akrabnya.

Tujuan dari pada kegiatan ini untuk mengenalkan kembali budaya Jawa yang hampir punah, dengan kesenian nasional ini dapat ditunjukkan kepada generasi muda melalui edukasi.
“Kain kanvas yang berukuran dua meter kali satu meter, terpampang disisi kanan pintu masuk untuk menarik pengunjung agar menulis absen namanya sendiri dengan menggunakan aksara Jawa. Melalui kegiatan ini, sebenarnya kalau kita kaji lagi sangat menarik dan unik. Karena sudah jarang, apalagi di era milenial abad 21 ada kegiatan semacam. Maka untuk mengingatkan kembali pada budaya Jawa yang hampir punah, kita gagas kembali melalui Pesona Pesanggrahan,” ucapnya Jumat malam (25/10/2019).
Dijelaskan Nawi, kegiatan ini tentunya mengangkat tema “Gelora Kawula Muda” yang pastinya dapat membakar semangat para pemuda pemuda Karang Taruna Desa Pesanggrahan untuk lebih berkreasi yang lebih baik lagi, menuju Indonesia maju.
“Kami suguhkan kepada para pengunjung bukan hanya sebuah kesenian biasa, akan tetapi disini ada seni edukasi bagi adik adik maupun masyarakat, untuk membuat rasa penasaran mereka melalui galeri foto Pesanggrahan Tempoe doloe,” jelasnya.
Kendati demikian, bukan hanya ada galeri foto saja melainkan ada galeri seni jaranan atau kuda lumping yang dilengkap, dan gelari wayang kulit yang dilengkapi dengan sarana dan prasarananya.
Sementara itu, Ketua LPMD Desa Pesanggrahan, Wahyu Sudarmanto juga menuturkan, salah satunya dikegaiatan Pesona Pesanggrahan ini merupakan satu rangkaian dari Bumdes Bondo Deso .

“Pesonan Pesanggrahan menjadi agenda rutin tahunan, yang leding sektornya dibangun karang taruna. Saya berharap, dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin mengetahui dan betul betul diperuntukan untuk masyarakat kususnya dibidang ekonomi. Sehingga ada perpaduan gerakan ekonomi tradisional dan kreatif,” bebernya, sembari dijelaskan satu persatu.
Meski demikian, pemerintah desa (Pemdes) Pesanggrahan melalui sektor pembangunan yang sudah ada wujud maka akan terus ditingkatkan sesuai dengan potensinya. Seperti halnya, pembangunan resarea, gedung sekolah PAUD, gedung BLK, ruko lantai 2 (dua) yang diprioritaskan bagi masyarakat Desa Pesanggrahan.
“Tentunya dengan adanya event semacam ini pastinya akan mendongkrak potensi ekonomi bagi masyarakat Desa Pesanggrahan dibidang dagang. Sehingga masyarakat tidak usah khawatir, desa membangun pasti ada maksud dan tujuan yang jelas bukan hanya menghabiskan sisa anggaran saja,” pungkasnya. (eka)






