Petani Bunga di Musim Pandemi Semakin Menjanjikan

oleh -229 Dilihat
oleh
Abdul Wakid dan Salam, yang bekerjasama dan saling menunjukkan contoh bibit bunga.

MALANG, PESTISI.COAbdul Wakid, petani bunga warga Desa Pandesari, Kec Pujon, Kab Malang, memanfaatkan lahannya untuk pembibitan bunga.

Pembangunan pondok bunga ini, diawali dengan pembibitan sedikit demi sedikit. Bunga yang ditanam sekitar 50 macam jenis. Yang dipasarkan di wilayah Kota Batu dan Malang.

Bunga yang paling mahal, yaitu bunga pagoda, bunga calathea batik, dan janda bolong. Yang kisaran harga mencapai Rp 50 ribu.

“Harga bibit bunga kisaran Rp 15 ribu, sampai Rp 50 ribu,” ungkapnya, Senin (23/11/2020).

Dia tandaskan, sebelum menjadi pembibit bunga dirinya menjadi petani buah dan sayuran. Setiap bunga yang tidak laku misalkan, maka bunga tersebut akan terus berkembang dan semakin banyak.

Menurutnya, lanjut dia, pembeli bunga berasal dari lokal dan luar kota, maka dari itu dia melakukan kerjasama dengan partner bisnisnya yaitu Salam, tetangganya.

“Saya selaku temannya, yang bekerjasama kalo ada pembeli yang mencari bibit bunga di sini. Semisal tidak ada, saya bisa carikan di tetangga-tetangga lainnya,” ujar lelaki paruh baya ini, sembari tersenyum ramah.

Meski demikian, pemilik bibit merasa bangga di musim pandemi ini, karena bisa menjadi penopang hidup bagi dirinya dan keluarga. (eka)

No More Posts Available.

No more pages to load.