Peternak Domba Kambing Teriak, Importir Nakal Ancam Mata Pencaharian

oleh
oleh
H Sutrisno, peternak HPDKI asal Pasuruan

Malang, petisi.co – Dalam suasana penuh semangat, para peternak yang tergabung dalam Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) menggelar Rembuk Peternak Domba di Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (24/12/2024). Salah satu agenda panas yang mencuri perhatian adalah desakan kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk segera menghentikan impor daging beku murah yang dinilai menghancurkan harga daging lokal.

H Sutrisno, peternak asal Pasuruan sekaligus veteran TNI-AD, menjadi suara lantang yang menyerukan perlawanan terhadap praktik importir nakal. Di hadapan para peternak, ia menyampaikan kekhawatiran besar terkait dampak negatif masuknya daging impor ke pasar tradisional.

“Pasar-pasar tradisional sudah dipenuhi daging impor yang seharusnya tidak masuk ke sana. Ini membunuh pasar lokal karena harganya jauh lebih murah dibandingkan daging dari peternak lokal,” tegas Sutrisno.

Ia menambahkan bahwa impor besar-besaran mencapai 32 ribu ton daging beku mengancam jutaan peternak di seluruh Indonesia. “Kalau daging ini masuk, kami bisa gulung tikar. Ada sekitar 3,5 juta peternak yang bisa kehilangan mata pencaharian. Kalau mereka kehilangan pekerjaan, bisa jadi mereka mencari jalan pintas yang melanggar hukum,” lanjutnya dengan nada prihatin.

Sebagai solusi, Sutrisno mengajukan permintaan langsung kepada Presiden, Menteri Pertanian, dan Dirjen terkait untuk mengambil alih daging impor dari gudang importir dan mendistribusikannya melalui Bulog. “Kami sudah surplus 114 ribu ton, terutama di Pulau Jawa. Tidak ada alasan untuk terus membuka keran impor yang merugikan peternak lokal,” ujarnya berapi-api.

Seruan ini diharapkan bisa menjadi perhatian serius pemerintah demi menjaga keseimbangan ekonomi peternak lokal dan memastikan keberlangsungan hidup para peternak di seluruh Indonesia. (clis)